0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bupati Bagikan Buku Indonesia Mengajar

Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman ketika memberikan ucapan selamat kepada pejabat yang dilantik pada Selasa (2/10) siang. (dok.timlo.net/agung)

Sragen  — Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman, memberikan Buku ‘Indonesia Mengajar’ kepada kepala sekolah yang baru dilantik bersama pejabat struktural Pemkab Sragen di Aula Sukowati, Setda Sragen, Selasa (2/10) siang. Buku karangan Anis Baswedan tersebut sengaja dibagikan kepada mereka dengan harapan para kepala sekolah bisa memajukan dunia pendidikan di bumi sukowati.

Buku yang merupakan shodaqoh dari uang pribadi bupati dan bukan berasal dari uang APBD  tersebut diberikan hanya untuk kepada kepala sekolah. Sebelumnya, pada pelantikan hari Sabtu (29/9) bupati juga membagikan buku yang sama kepada para kepala sekolah yang baru dilantik. Bupati mengharapkan dengan wacana yang ada pada buku ‘Indonesia Mengajar’, kepala sekolah ibaratnya bisa menjadi elang yang bisa terbang tinggi.

“Khusus untuk kalangan pendidikan kita juga membagikan buku Indonesia Mengajar. Dengan membaca buku itu saya harap saudara-saudara bisa menjadi elang yang bisa terbang ke mana-kemana dan buka menjadi ayam yang hanya berkutat di satu tempat,” katanya.

Di sisi lain, Bupati juga menegaskan agar kepala sekolah bisa loyal kepada pimpinan dan menghormati apa yang telah menjadi kebijakan Pemkab Sragen dalam masalah pendidikan.  Diungkapkan, pada masa lalu masih ada kepala sekolah, baik di tingkat SD, SMP dan SMU/SMK yang menjadi raja di sekolahnya dan tidak menghormati bupati, wakil bupati dan pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan (Diknas).

“Saya tidak mau lagi mendengar ada kepala sekolah yang merasa menjadi raja di sekolah masing-masing, yang tidak peduli terhadap pimpinan di Diknas, tidak peduli kepada bupati dan wakil bupati. Kemarin kita melihat para kepala sekolah itu tidak menganggap kita apalagi para birokrat di tingkat Diknas sama sekali tidak dianggap oleh kepala sekolah,” papar Bupati.

Di amping itu, Bupati Sragen juga berpesan agar kejadian yang lalu tidak terulang kembali, seperti adanya kebocoran soal ujian dan sebagainya. Untuk itu dia meminta agar kepala sekolah merubah pola pikirnya dan konsentrasi pada pekerjaannya demi kemajuan pendidkan di Kabupaten Sragen. Kepala sekolah juga diminta untuk tidak mengurusi proyek baik APBD atau APBN.

“Saya nanti tidak mau lagi mendengar ada bocoran soal, kita kembalikan dunia pendidikan pada relnya. Kepala sekolah jangan sampai ngurusi proyek APBD dan APBN,” tandasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge