0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sumber Menyusut, Jatah Air Dioglang

Debit air sumber air di Musuk menyusut (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Gara-gara kemarau yang panjang ,warga di tiga dusun di Kecamatan Musuk terpaksa harus berbagi air. Pasalnya, sumber air Tuk Talangan di Desa Musuk debit airnya berkurang hingga 50 persen. Kondisi ini semakin diperparah dengan tidak adanya sumber air lain di wilayah tersebut.

Penurunan debit air di Tuk Talangan sudah dirasakan ratusan warga di Desa Musuk sejak Lebaran kemarin. Hanya saja, saat ini kondisi semakin parah. Bak penampungan air yang selama ini digunakan untuk menampung air Tuk Tulangan tidak mampu melayani 360 kepala keluarga di empat dusun, Sukorame, Sukorejo, Mranggen dan Manggung. Untuk pembagian air, terpaksa digunakan dengan sistem oglang.

“Ya bagaimana lagi, biar semua warga kebagian, kita gunakan sistim oglang,” ujar Lamso, petugas teknis bak penampungan air, Selasa (2/10 ).

Dijelaskan, bak penampungan air dnegan ukuran 12 x 6 x 3 ini bisa terpenuhi dalam waktu dua hingga tiga hari. Namun sejak debit menurun, bak baru bisa penuh ima hingga enam hari.

Di sisi lain, menurut Kades Sukorame, Marjito, pihaknya saat ini sedang mencari solusi untuk mengatasi kesulitan air yang menimpa warganya. Solusi tersebut dengan mencari sumber air lain, sehingga tidak hanya bergantung pada Tuk Talangan. ”Kita sedang upayakan pencarian sumber air lain,” tandasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge