0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Remaja Kurang Tidur Gampang Terkena Diabetes

Timlo.net — Kebanyakan remaja tidur kurang dari yang direkomendasikan. Kurang tidur bisa menyebabkan beberapa masalah seperti sulit belajar, sikap lekas marah, masalah kulit, penambahan berat badan, dan seperti yang ditemukan dalam sebuah studi baru, peningkatan resistensi seseorang terhadap insulin.

Para peneliti sekarang percaya bahwa peningkatan jumlah waktu tidur selama tahun-tahun remaja bisa mengurangi resiko seorang remaja mengalami resistensi insulin dan mencegah resiko terkena diabetes di masa depan.

“Resistensi insulin dalam tingkat tinggi bisa menyebabkan berkembangnya diabetes,” kata pemimpin penelitian Karen Matthews PhD dari Jurusan Psikiatri Universitas Pittsburgh.

Dia mengatakan bahwa bila para remaja yang umumnya tidur enam jam setiap malam mendapat satu jam waktu tidur tambahan, resiko mengalami resistensi insulin akan naik sebesar sembilan persen.

Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal SLEEP edisi Oktober, melacak durasi tidur dan level resistensi insulin pada 245 siswa SMA yang sehat.

Para peserta menyediakan catatan waktu tidur mereka, juga sampel darah dan mereka memakai actigraph di pergelangan tangan selama mereka sekolah. Antigraph adalah sebuah peralatan kecil dipakai seperti kita memakai jam di pergelangan tangan untuk memantau pola beraktivitas/istirahat.

Untuk para remaja ini, durasi tidur mereka berdasarkan data yang diambil dari actigraphy rata-rata sekitar 6,4 jam setiap minggu, tentu saja saat masuk sekolah waktu tidur mereka lebih sedikit dibanding pada akhir pekan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi insulin yang lebih tinggi dihubungkan dengan durasi waktu tidur yang lebih pendek tidak perduli terhadap faktor ras, usia, gender, ukuran pergelangan tangan dan indeks massa tubuh, dilansir dari psychcentral.com.

Menurut Matthews, penelitian tersebut adalah satu-satunya penelitian yang meneliti remaja sehat yang menunjukkan hubungan antara kurang tidur dan resistensi insulin yang tidak dipengaruhi oleh obesitas.

Sebagai kesimpulannya, para peneliti percaya untuk meningkatkan kesehatan metabolisme tubuh pada para remaja, harus melibatkan waktu tidur yang cukup pada malam hari. Para ahli menyarankan bahwa para remaja perlu tidur kurang lebih 9 jam setiap malam.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge