0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

SDIT Nur Hidayah Solo

Mangayubagyo Hari Batik, Warga Sekolah Berbatikria

Siswa SDIT Nur Hidayah Solo berseragam batik sedang mengerjakan soal Ulangan Tengah Semester (UTS), Selasa (1/10). (dok.timlo.net/ist)

Solo — Bertepatan dengan Hari Batik Nasional, Selasa (2/10) siswa-siswi SDIT Nur Hidayah Solo mengikuti hari pertama Ulangan Tengah Semester (UTS) 1 Tahun Pelajaran 2012/2013. Sejumlah 580 siswa kelas 1-4 mengenakan seragam batik khas SDIT Nur Hidayah. Adapun para guru dan karyawan dianjurkan mengenakan batik bebas. Ya, mereka mengenakan pakaian batik dalam rangka mangayubagyo (menyambut) Hari Batik Nasional 2012.

Secara umum kegiatan UTS dapat berjalan dengan baik dan lancar. Hari pertama ini jadwalnya Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Ditemui setelah selesai mengerjakan soal, Nicho Firman Setiawan (9), salah satu siswa kelas 4 dengan polosnya menuturkan, “Aku tidak tahu kalau hari ini Hari Batik Nasional. Tapi hari ini aku pakai baju batik khas seragam SDIT. Karena kebetulan tiap hari Selasa dan Jum`at kami memakai seragam batik ini.”

Sementara, Nabila Hasna Nur Rahma Putri (7), siswi kelas 2 menyampaikan rasa sukanya pakai baju batik. “Biasa nya aku pakai baju batik kalau ikut ayah ibu jagong, atau pergi ke rumah eyang. Aku punya beberapa baju batik di rumah, biasanya belinya di Pasar Klewer,” ujarnya.

Kegiatan membatik dengan praktik langsung juga diberikan kepada para siswa SDIT Nur Hidayah. Seperti disampaikan Nur Juliyanto SSi, salah satu guru. “Memperingati Hari Batik Nasional juga dapat dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada para siswa untuk praktik membatik. Agenda kami setelah tes UTS ini (saat rehat mid semester) yaitu mengadakan outing class (praktik belajar lapangan/PBL) di Batik Gunawan Setiawan, Kraton Surakarta, dan Balai Topografi. Ini sudah menjadi agenda rutin tiap tahun bagi siswa kelas 4 di SDIT Nur Hidayah sejak 4 tahun lalu,” ujarnya.

Sementara Pelaksana Humas SDIT Nur Hidayah, Rahmat Hariyadi SPd dalam rilis yang diterima Timlo.net menyebutkan, mengenalkan batik sebagai salah satu khasanah budaya bangsa Indonesia kepada para siswa sejak dini sangat penting. Dengan mengenal, harapannya mereka akan mencintai dan melestarikannya.

“Apalagi kita sebagai warga Solo yang merupakan salah satu pusat kerajinan batik di Indonesia. Salah satu upaya nya yaitu mengajak mereka mengunjungi tempat produksi kerajinan batik. Selain tentunya melalui pembelajaran Seni Budaya Keterampilan (SBK), yaitu mengenal jenis motif hias,” jelasnya. (*)



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge