0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bimo: Tak Masalah Ada Sanksi dari FIFA

Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang digelar di Solo, tahun silam. (dok.timlo.net/red/aji)

Solo — Melihat kondisi sepakbola Indonesia yang kian suram, membuat banyak kalangan semakin tak mengerti mengapa para petinggi maupun pengurus sepakbola negeri ini masih berselisih. Buntut dari dualisme pengurus maupun kompetisi, membuat masalah di PSSI tak kunjung selesai.

Bahkan FIFA sebagai otoritas sepakbola dunia telah menunjuk AFC untuk menjadi penengah menyelesaikan konflik di PSSI. Melalui Joint Commitee pun menggelar rapat beberapa kali, namun hasilnya masih belum terlalu signifikan. Presiden Pasoepati (suporter fanatik asal Solo) Bimo Putranto, mengungkapkan bahwa sanksi yang tegas dari FIFA akan mampu setidaknya menyelesaikan dualisme, apabila masalah tersebut tak kunjung selesai.

Menurutnya, pemerintah melalui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng seharusnya ikut memikirkan nasib sepakbola Indonesia. Bimo mengatakan, Menpora seharusnya melaporkan masalah di PSSI langsung kepada FIFA. Sanksi yang tegas diyakininya akan membuat jera.

“Saya yakin FIFA tentu sudah mengetahui masalah ini, tapi Menpora belum pernah melaporkannya secara langsung. Jika nantinya sanksi dijatuhkan, kami kira tidak masalah,” terang Bimo Putranto, kemarin.

Menpora yang merupakan wakil dari presiden dan pemerintah terutama di bidang olahraga, menurut Bimo tak perlu takut apabila terlalu ikut campur menyelesaikan masalah PSSI. “Intervensi dalam bentuk positif tak masalah karena jika ada unsur pembiaraan dari lembaga yang lebih tinggi (Menpora) dampaknya justru semakin tidak baik,” lanjutnya.

Rencana digelarnya Kongres PSSI di akhir tahun ini, diyakini Bimo mampu menyelesaikan persoalan yang ada di PSSI selama ini. Termasuk pula proses penyatuan kompetisi. “Akhir tahun ada Kongres PSSI. Itu momentum untuk benar-benar dapat menyelesaikan konflik ini,” tandasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge