0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Presiden Pasoepati Desak Menpora Selesaikan Dualisme PSSI

Presiden Pasoepati Bimo Putranto bersama sejumlah tamu meramaikan HUT Pasoepati ke-12 di Pendhapi Gede Balaikota Solo (Dok.Timlo.net/ Aryo)

Solo — Kondisi sepakbola Indonesia kian terpuruk. Alih-alih meningkatkan prestasi tim nasionalnya dengan menjadi kampiun di level internasional, namun yang ada hanyalah kekisruhan di dalam kepengurusannya. Ya, otoritas sepakbola tertinggi Indonesia PSSI kini masih berkutat dengan problem dualisme pengurus yang saling adu kepentingan.

Kini menjalar hingga dualisme kompetisi, bahkan dualisme klub-klub di beberap daerah. Jelas kenyataan tersebut memunculkan sentimen para pecinta bola di tanah air terhadap kondisi persepakbolaan negeri ini. Suporter yang merupakan bagian terpenting kemajuan sepakbola Indonesia terus menuntut agar konflik yang ada di PSSI segera berakhir. Kemudian membuka lembaran baru, menatap masa depan timnas merah putih yang akan datang.

Presiden Suporter fanatik asal Solo Laskar Pasoepati, Bimo Putranto, secara tegas meminta pemerintah dalam hal ini Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), untuk ikut serta menyelesaikan problem di PSSI. “Sekarang perlu ketegasan dari Menpora untuk ikut campur menyelesaikan konflik yang sudah berkepanjangan ini,” tegas Presiden Pasoepati Bimo Putranto, kemarin.

Menurutnya, permasalahan yang merembet hingga dualisme kompetisi hingga dualisme klub jelas sangat memprihatinkan. Hal tersebut seharusnya dapat segera tertangani agar permasalahan tidak semakin jauh terjerembab. Penilaian Bimo, dengan adanya keputusan dari rapat Joint Commitee (JC) sebagai penengah kisruh dualisme di PSSI, disinyalir masih setengah-setengah.

“Kami hanya butuh kepastian. Kami sebagai suporter dan masyarakat tidak mau lama-lama sepakbola negeri ini jadi kacau oleh oknum-oknum ini,” imbuh Bimo.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge