0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kios di Gemolong Diduga Jadi Tempat Karaoke

Sekretaris Komisi IV DPRD Sragen, Aris Surawan (dok.timlo.net/agung)

Sragen – Sebuah kios yang terletak di samping Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soeratno, Gemolong disinyalir dijadikan tempat karaoke. Hal itu diungkapkan Sekretaris Komisi IV DPRD Sragen, Aris Surawan, kepada wartawan usai mengikuti Rapat Paripurna di Gedung DPRD, belum lama ini.

Aris menerangkan, pihaknya telah menerima laporan ada sebuah kios yang terletak di samping RSUD dr Suratno Gemolong telah dijadikan tempat karaoke. Bahkan menurut Aris, laporan yang sama juga pernah disampaikan secara langsung oleh Direktur RSU dr Suratno, Joko Puryanto kepada dirinya. Bahkan keberadaan kios tersebut sebenarnya juga sudah dilaporkan kepada Muspika setempat, yang dalam hal ini adalah Polsek Gemolong. Tetapi hingga kini belum ada tindak lanjut dari hasil laporan tersebut.

“Pihak rumah sakit sebenarnya juga sudah menyampaikan masalah itu ke Muspika, salah satunya kepada Kapolsek Gemolong, tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” kata Aris.

Aris melanjutkan, ada indikasi bahwa keberadaan karaoke yang dikemas dalam bentuk kios tersebut ada aparat yang menjadi backing, sehingga inilah yang menyebabkan pihak kepolisian kelihatan enggan untuk bertindak.

Kasus tersebut, kata Aris yang juga anggota Fraksi PKS ini, perlu mendapat perhatian dari pemerintah setempat terutama pihak kepolisian dan aparat Satuan Polisi Pamongpara (Satpol PP). Satpol PP seharusnya menindaklanjuti masalah ini dengan mengecek kebenarannya, seperti memeriksa perijinan yang dimiliki kios tersebut. Kalau hal ini didiamkan terus menerus dan tidak ada tindak lanjutnya, dia kawatir masyarakat akan mendahului untuk melakukan tindakan.

“Satpol PP seharusnya menindaklanjuti itu dengan mengecek perijinan. Dulu ketika akan membuka itu peruntukannya untuk apa? Saya kawatir kalau aparat tidak bertindak nanti masyarakat yang akan bertindak. Kalau sudah begitu maka yang mereka pakai adalah hukum rimba dan anarkis. Kalau bisa kita mencegah itu,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge