0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Harga Air Melejit

Kekeringan, Warga Lereng Merapi Berburu Air di Goa

Warga lereng Gunung Merapi di Musuk Boyolali mencari air bersih di gua (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Mahalnya harga air pertangki, menyebabkan warga di Dukuh Songgobumi dan Gumuk, Desa Mriyan, Kecamatan Musuk, Boyolali harus mengambil air dari gua. Selain jarak dengan dusun sangat jauh, kondisi air yang keluar dari goa debitnya sangat kecil, warga pun harus rela antri.

Berbagai usaha dilakukan warga di lereng Gunung Merapi untuk mendapatkan air bersih. Selain harus mencari sumber-sumber air, wargapun terpaksa memanfaatkan air gua untuk kebutuhan sehari-hari. Gua atau sumber air tersebut oleh warga digali sepanjang 4 meter hingga keluar airnya. Oleh warga, air di sumber tersebut setiap hari diambil untuk konsumsi.

Selain harus mengantri untuk mengambil air, untuk menuju ke goa tersebut, medannya sangat sulit. Selain terjal, banyak bebatuan, warga juga harus ekstra hati-hati karena licin.

“Ya gimana lagi, kalau tidak begini kita tidak mendapatkan air. Untuk membeli air bersih harganya sangat mahal,” ungkap Widiyanto, salah seorang warga, Senin (1/10 ).

Dijelaskan, harga air saat ini mencapai Rp 260 ribu/ tangki untuk daerah tertinggi di wilayah Kecamatan Musuk, Desa Mriyan. Selain mahal, warga mesti mengantri tiga hari untuk mendapatkan air tersebut. ”Harganya mahal, tapi tidak langsung diantar, kita harus menunggu tiga hari baru air diantar,” ungkapnya.

Selain untuk kebutuhan air minum dan memasak, air bersih yang diambil warga di sumber juga digunakan untuk hewan ternak mereka. Bahkan sebagian warga rela tidak mandi demi hewan ternak mereka, sapi. ”Kita rela tidak mandi, asalkan sapi kita tidak kekurangan air,” ujar Nono.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge