0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tuntut Penuntasan Kasus PPID, Derras “Jualan” Es Dawet di Kejaksaan

Aktivis Derras membagikan es dawet dalam aksinya di Kejari Sragen, Senin (1/10) siang. (dok.timlo.net/agung)

Sragen —  Ada-ada saja yang dilakukan para aktivis Dewan Reformasi Rakyat Sragen (Derras). Berbagai macam cara dilakukan untuk mengundang perhatian masyarakat. Untuk ke sekian kalinya, Senin (1/10), sejumlah aktivis Derras mendatangi Kejaksaan Negeri Sragen untuk mempertanyakan kelanjutan dari kasus dugaan korupsi dalam Proyek Percepatan Pembangunan Infrasturktur Daerah (PPID).

Kali ini mereka datang dengan memakai kemeja putih berdasi dan celana hitam, seperti yang sering dipakai oleh Satuan Reskrim kepolisian. Selain itu mereka juga membawa seperangkat dagangan es dawet ayu, lengkap dengan gula Jawa, cendol, santan, es batu dan tape ketan hitam. Entah apa maksudnya mereka membawa es dawet tersebut.

Karena Kepala Kejaksaan Negeri Sragen Gatot Gunarto tidak berada di tempat, mereka akhirnya ditemui oleh Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sragen Heru Mayawan dan Kasi Intel Ari Bintang. Seperti pada aksi-aksi sebelumnya, Derras yang dimotori Ketuanya, Sunarto dan Sekretaris Budi Setyo tetap menuntut pihak Kejari Sragen segera menuntaskan kasus PPID dan segera menetapkan tersangkanya.

Dalam dialog yang terjadi di pintu masuk Kantor Kejari tersebut, para aktivis Derras duduk di kursi yang sebelumnya telah mereka bawa dengan menggunakan mobil. Di hadapan mereka, terdapat 2 meja yang di atasnya telah tersaji es dawet dan makanan goreng seperti; tahu, bakwan, ketela dan sebagainya.

Es dawet dan makanan tersebut kemudian mereka bagi-bagikan kepada pegawai kejaksaan, petugas kepolisian dan kalangan media.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge