0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Serapan APBN Perbendaharaan Jateng Baru 49%

LAYANAN KPPN-Suasana pelayanan di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Surakarta (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo — Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPBN) Jawa Tengah hingga kini baru sebesar 49 persen dari alokasi Rp 26,6 triliun. Dengan demikian baru sekira Rp 13 triliun dana APBN saja yang dimanfaatkan satuan kerja di lingkup kementerian negara/lembaga.

Kepala Kantor Wilayah DJPBN Jawa Tengah, Bjardianto Pujiono, merinci dari jumlah itu, serapan untuk belanja pegawai hingga 31 Agustus 2012 lalu baru sekira 68 persen. Sementara serapan satuan kerja untuk belanja barang dan belanja modal, masing-masing baru di kisaran 40 persen dan 31 persen.

“Per 31 Agustus serapan APBN kurang lebih sekitar 49 persen. Mudah-mudahan dalam tiga bulan terakhir ke depan tren penyerapannya bisa cepat, sebab saya khawatir kalau nanti terjadi penumpukan di akhir tahun,” ujarnya kepada wartawan, seusai menghadiri acara Soft Launching Operasionalisasi KPPN Percontohan, di kompleks KPPN Surakarta, Senin (1/10).

Adapun guna merealisasikan serapan APBN, setidaknya mampu menyentuh kisaran 90 persen hingga 95 persen dari besaran dana yang dialokasikan, Bjardianto mengimbau pada setiap jajaran satuan kerja untuk segera mempercepat proses pencairan.

“Minimal yang bisa diselesaikan segera diselesaikan supaya tidak terjadi penumpukan di akhir tahun. Pasalnya, kalau terjadi penumpukan, peluang terjadinya kesalahan itu bisa lebih banyak,” tandas dia.

Sementara terkait molornya proses pencairan dana APBN sendiri, Bjardianto menengarai hingga saat ini masih banyak satuan kerja yang masih menunggu proses tender maupun belanja modal. Sehingga proses pencairan dana cenderung terlambat.



Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge