0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengunjung Nikmati Sajian Kethoprak

Pemberontakan Rakuti di Balekambang

Solo – Ada yang tak biasa siang itu di Taman Balekambang. Gedung kesenian yang biasanya tanpa aktivitas di siang hari, pada Sabtu (11/9) siang tiba-tiba penuh sesak penonton. Tanpa komando, seluruh pandangan penonton tertuju ke arah panggung yang berhiaskan tirai warna merah.

Ya, siang itu para pengunjung pekan syawalan Taman Balekambang dimanjakan dengan pertunjukan kesenian kethoprak yang mengambil lakon 'Pemberontakan Rakuti'. Kepada Timlo.net, sutradara acara, Dwi Mustanto, di sela-sela acara mengatakan, Rakuti adalah seorang prajurit Kerajaan Majapahit yang melakukan pemberontakan terhadap Prabu Jayanegara, Raja Majapahit kala itu.

Pemberontakan terjadi akibat dendam lama Rakuti terhadap Prabu Jayanegara karena sebelumnya telah menculik istri Rakuti yang kemudian dijadikannya selir. Rakuti bersama prajurit setianya, Darmaputra berniat membunuh Prabu Jayanegara. Merasa terjadi pemberontakan, Mahapatih Gajah Mada lantas turun tangan menyelamatkan Sang Raja dan mengungsikannya ke Desa Bedande.

Vakumnya pemerintahan akhirnya dimanfaatkan Rakuti untuk naik tahta dan menobatkan diri sebagai Raja Majapahit. Karena kesetiaannya kepada Prabu Jayanegara, Mahapatih Gajah Mada pun lantas menghimpun kekuatan untuk menggulingkan Rakuti dari kekuasaannya.

Disinggung perihal alasan diusungnya 'Pemberontakan Rakuti' dalam pementasan, diungkapkan Dwi, lakon tersebut dipentaskan mengingat banyaknya permintaan pengunjung yang menginginkan pementasan 'Pemberontakan Rakuti'. Ditambahkan, pementasan kethoprak disajikan pada siang hari karena saat itu jumlah pengunjung cukup banyak. "Di sisi lain kami juga berusaha meraih penonton muda," ungkap dia.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge