0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jeda Kompetisi, Rame-rame Ikut Tarkam

Pemain Persis versi LPIS (dok.timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo — Kompetisi sepakbola di Indonesia resmi berakhir beberapa waktu lalu. Baik kompetisi di bawah naungan PT Liga Indonesia (LI) maupun Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), telah menyelesaikan keseluruhan kompetisi. Hal tersebut cukup membuat para pemain memutar otak agar kebutuhan sehari-hari tercukupi, mengingat kompetisi telah berakhir.

Sepakbola Tarkam alias antar kampung ternyata menjadi lapangan pekerjaan yang cukup dinikmati para pemain, sembari mengisi jeda kompetisi. Tarkam hingga kini masih laris diburu oleh para pemain, mengingat hasil bermain tarkam cukup menggiurkan. Beberapa pemain Persis Solo baik versi PT LI maupun LPIS rame-rame mengikuti kejuaraan antar kampung.

Pemain-pemain seperti Ferryanto, Imam Rochmawan, Dede Pratama, hingga striker asing Persis Solo versi LI Diego Mendieta juga ikut tertarik mengikutinya. Bahkan Ferryanto secara terang-terangan menyebut hasil dari mengikuti sepakbola tarkam cukup untuk menyambung hidup.

“Kalo dihitung-hitung dari babak awal hingga final tiap ikut tarkam bisa mencapai Rp 5 jutaan. Cukuplah buat asap dapur bisa mengepul. Daripada nggak ada pekerjaan dan nganggur, itung-itung juga menjaga stamina,” katanya.

Ferry juga menyebut tak hanya dirinya yang aktif merumput di lapangan Tarkam. Pasalnya beberapa rekannya yang juga pemain profesional juga mulai aktif mengikuti Tarkam. “Banyak juga teman-teman juga mengikuti Tarkam. Bahkan Ndubuisi di Jakarta juga ikut Tarkam bareng pemain senegaranya. Ya itung-itung buat cari uang tambahan,”ungkapnya.

Rekan Ferryanto, Imam Rochmawan mengaku selektif bila mendapat tawaran bermain Tarkam. Dirinya menilai hanya mengikuti Tarkam dengan fasilitas yang standar. “Aku biasanya lihat kondisi lokasinya dulu, kalau jelek lapangannya rada males juga. Malah celaka nanti bisa cedera,” beber Imam.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge