0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Meneg BUMN Galakkan Program Pro-Beras

Dahlan Iskan (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan memprihatikan minimnya lahan pertanian yang digunakan untuk sawah. Untuk itu dia berencana akan membuka lahan hingga ratusan ribu hektar di luar Pulau Jawa untuk dijadikan sawah. Keprihatinan ini dia lontarkan setelah melihat kenyataan, Indonesia yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah, tetapi di sisi lain masih mengimpor beras dari negara lain.

Menurut Dahlan, merupakan suatu ironi, sebagai negara yang memproduksi beras, tetapi kekurangan beras. Salah satu sebab mengapa Indonesia masih mengimpor beras karena adanya kekurangan lahan terutama untuk sawah. Namun demikian tidak menjadi masalah kalau impor tersebut tetap dilakukan, tetapi dengan catatan jangan berlebihan. Pihaknua juga berencana akan bekerja sama dengan Kementerian Pertanian meminimalkan impor beras. Salah satunya adalah dengan memproduksi beras sendiri.

“Kita ini punya banyak lahan, tetapi kita tidak bisa memproduk beras dengan maksimal,” kata Dahlan Iskan, ketika berkunjung di Ponpes Wali Songo, Sragen, Jumat (16/3).

Menurut Dahlan, ada tiga masalah utama yang menjadi prioritas, yaitu bantuan pupuk dan pestisida untuk petani, menambah areal sawah di luar Pulau Jawa dan terakhir program pro-beras. Program pro-beras dan penambahan areal sawah sengaja dilakukan di luar Pulau Jawa. Program proberas akan dilakukan bertahap tahun ini.  “Dalam waktu dekat, kami akan membuka lahan seluas 100.000 hektare di Kalimantan Timur,” katanya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge