0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kerajinan Kulit Ikan Pari Boyolali Tembus Mancanegara

Boyolali  – Kecamatan Boyolali Jawa Tengah, tepatnya dukuh Sambon, Desa Sambon, Banyudono merupakan sentra produksi kerajinan kulit ikan pari yang saat ini sudah merambah pasar mancanegara.

 

Seperti dikutip dari antarajateng.com, Hendriyani salah seorang pengrajin kulit ikan pari di Boyolali menjelaskan bahwa produknya saat ini sudah merambah pasar Singapura dan Jepang, menurutnya kerajinan ini masih jarang dijumpai di Indonesia, hanya 3 daerah saja yang menekuninya, yaitu, Boyolali, Medan dan Yogyakarta

 

Permintaan akan kerajinan kulit ikan pari ini sekarang relatif meningkat dipasar lokal maupun ekspor, hingga pihaknya kewalahan untuk melayani semua pesanan tersebut. Kerajinan kulit ikan pari berupa tas, dompet, ikat pinggang, dan souvenir lainnya banyak digemari konsumen di luar negeri karena keunikan yakni bahan asli dari ikan laut yang berbuntut panjang tersebut.

Pihaknya mendapat pesanan dari pengusaha berasal dari Jepang antara 1.000 hingga 2.000 tas kulit ikan pari per hari, tetapi permintaan itu belum dapat dilayani karena produksinya baru mempunyai kapasitas antara 100 hingga 200 unit per bulan. Ia mengaku, usahanya masih tergolong industri rumah tangga skala kecil dan belum mampu melayani permintaan Jepang dalam jumlah relatif besar.

Terkait dengan bahan baku, pihaknya masih mendatangkan langsung dari Jakarta dan Jawa Timur, sebenarnya di Semarangpun ada, namun sudah dipesan dari Jakarta. Bahan baku kulit ikan pari tersebut, kata dia, masih mudah didapat, tetapi jika pada musim hujan memang sedikit kesulitan karena ikan itu sulit dicari.

“Karena jumlah perajin masih sedikit, kondisi modal dan keterbatasan bahan baku kami belum mampu melayani pesanan ekspor, Usaha yang kita tekuni tersebut mempunyai omset sekitar Rp35 juta per hari dan akan terus kita kembangkan” katanya.

 

 

(Diolah dari antarajateng.com)



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge