0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Menyaksikan Soreng di Dukuh Cangkol, Desa Lencoh, Kecamatan Selo

Boyolali – Kesenian Soreng merupakan salah satu kesenian asli masyarakat Selo. Kesenian tersebut hanya akan dimainkan jika dalam ada sebuah upacara adat atau ada sebuah hajatan besar yang terjadi di Kecamatan Selo. Kamis kemarin, (15/4/2010), Timlo.net berkesempatan menyaksikkan secara langsung Kesenian Soreng dalam perayaan Bersih Desa di Dukuh Cangkol, Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Berikut liputannya :

Kesenian Soreng adalah kesenian asli warga Selo, Boyolali. Terletak 10 Km arah selatan dari Boyolali, Timlo.net  mencoba menelusuri keberadaan kesenian tersebut. Akhirnya kami berhasil mencapai Dukuh Cangkol, Desa Lencoh, Kecamatan Selo, dalam waktu 30 menit dari Kabupaten Boyolali dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam.

Sesampainya disana, Timlo.net berkesempatan menyaksikkan secara langsung Kesenian Soreng yang merupakan kesenian yang diadopsi dari kisah Aryo Penangsang dan para prajuritnya. Kesenian Soreng sendiri idealnya dimainkan oleh 10 sampai 12 orang penari laki-laki, namun tidak menjadi masalah jika jumlah penari melebihi angka tersebut.

Ketika tabuhan rebana dimainkan dengan irama cepat, mampu menyedot perhatian begitu banyak masyarakat Dukuh Cangkol. Ratusan orang langsung berkumpul dalam tempo waktu beberapa menit. Kesenian Soreng sendiri merupakan kesenian yang cukup diminati seluruh masyarakat Cangkol. Tua-muda, bahkan anak-anak tumpah ruah menyaksikkan kesenian tersebut.

Gerakan unik yang dimainkan para penari Soreng menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Cangkol. Diungkapkan Erwan, Kepala dukuh Cangkol, Kesenian Soreng selalu mendapat tempat dihati para masyarakat Selo, khususnya masyarakat Cangkol.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge