0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dampak Pendangkalan Waduk

Petani Ikan Karamba Minta Pendangkalan Waduk Cengklik Diatasi Bersama

Boyolali  –  Instansi terkait diminta untuk mengatasi secara tepat masalah pendangkalan waduk Cengklik dengan tidak merugikan ratusan petani ikan karamba di waduk tersebut.

 

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Kelompok Keramba Jaring Apung (KJA) "Mina Sejahtera" Desa Ngargorejo, Ngemplak, Boyolali, Maryanto, di Boyolali, Selasa (06/04/10) kemarin, ”Pendangkalan waduk itu merupakan masalah bersama yang harus diselesaikan oleh sejumlah instansi terkait di Pemkab setempat dengan Balai Pengelola Sumber Daya Air (BPSDA) Benganwan Solo,” ungkapnya seperti dikutip dari antara.com

 

Masalah pendangkalan yang terjadi di waduk itu bukan serta merta masalah petani ikan keramba saja, namun instansi terkait juga harus berupaya untuk tetap mencari solusi yang terbaik tanpa menyalahkannya. Jika jumlah keramba terlalu banyak dan dapat menyebabkan pendangkalan, maka hal tersebut dapat diantisipasi dengan mengurangi jumlahnya.

 

”Jika jumlah keramba terlalu banyak dan dianggap sebagai penyebab pendangkalan waduk, bisa dikurangi secukupnya. Namun budi daya ikan melalui keramba di waduk itu harus terus dilanjutkan karena telah berpengaruh terhadap penurunan jumlah penganggur di daerah kami,”tegasnya.

 

Waduk Cengklik yang dibangun tahun 1942 ini memang sudah sewajarnya mengalami pendangkalan, sehingga perlu adanya rehabilitasi untuk meningkatkan volume air, Jika waduk dikeruk, maka volume air akan naik dan bertambah, selain dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar juga mempunyai potensi pariwisata. Saat ini memang sudah terdapat banyak keramba yang berada di waduk tersebut, jumlah keramba di Waduk Cengklik saat ini saja sebanyak 1.085 unit, yang jika diukur untuk waduk seluas 240 hektare ini hanya boleh menampung sekitar 600 unit keramba saja.

 

 

(Diolah dari antara.com)
 
 
 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge