0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Cawas Waspadai Musim Penghujan

2.600 Hektar Sawah Terancam Kebanjiran

Klaten – Sekitar 2.600 hektare lahan pertanian di Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten terancam kebanjiran menyusul datangnya musim penghujan.

Rusaknya puluhan pintu air di beberapa lokasi di Cawas menjadi faktor utama datangnya banjir yang setiap tahun melanda wilayah ini.

Camat Cawas, Pri Harsanto mengatakan, di wilayahnya terdapat puluhan pintu air dalam kondisi rusak. Kerusakan diakibatkan lantaran banyaknya komponen yang dicuri orang. “Jika kerusakan pintu air itu tak segera diperbaiki, maka saat hujan akan banjir,” ujarnya, Selasa (18/10).

Memasuki musim penghujan ini, pihaknya berharap ada kepemihakan dari Pemkab Klaten untuk segera melakukan pembenahan. Namun, keterbatasan dana yang dimiliki Pemkab membuat perbaikan urung dilakukan secara menyeluruh.

“Hal ini memunculkan kekhawatiran semakin parahnya banjir yang terjadi karena kerusakan pintu-pintu air di wilayah Kecamatan Cawas yang memang sudah menjadi langganan banjir setiap musim hujan tiba,” kata Pri Harsanto.

Sementara itu, dari data Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemkab Klaten, di wilayah Kecamatan Cawas terdapat dua pintu air yang akan mendapatkan pemihakan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2011.

Kedua pintu air tersebut terletak di Desa Mlese dan Desa Tirtomarto. Dengan alokasi masing-masing Rp 50 juta untuk pintu air Desa Mlese dan Rp 60 juta untuk pintu air Desa Tirtomarto.

Pengerjaan kedua pintu air tersebut dimulai pada pertengahan Oktober dan ditargetkan akan selesai sebelum akhir tahun anggaran 2011.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge