0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkab Klaten Lebaran Hari Rabu

Klaten – Pemerintah Kabupaten Klaten akhirnya memutuskan Shalat Ied di Alun-alun Klaten pada Rabu (31/8).

Hal itu sesuai dengan keputusan pemerintah pusat melalui Kementrian Agama (Kemenag) dan sejumlah organisasi massa (Ormas) Islam dalam Sidang Itsbat yang memutuskan 1 Syawal jatuh pada Rabu 31 Agustus 2011.

“Memang sejak awal kami menunggu keputusan dari pemerintah pusat dalam sidang itsbat malam ini,” ujar Sekretaris Daerah (Setda) Klaten, Indarwanto, Senin malam (29/8).

Indarwanto menerangkan, sebagai imam dalam pelaksanaan Shalat Ied di Alun-alun Klaten pada Rabu (31/8) yakni Drs H Mustari, dengan Khotib H Syamsudin Asrofi.

Sementara itu, Bupati Klaten Sunarno mengimbau kepada masyarakat Klaten yang akan memeriahkan malam takbiran dengan tidak menggunakan konvoi kendaraan di pusat kota. Sebab hal itu akan mengganggu ketertiban lalu lintas.

“Kami melarang keras adanya konvoi kendaraan, sebab akan mengganggu ketertiban umum. Konvoi malam takbiran di Masjid Raya Klaten sendiri rencananya akan dilakukan dengan berjalan kaki,” terangnya.

Sementara itu, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kelurahan Gayamprit, Kecamatan Klaten Selatan tetap melaksanakan Shalat Ied di Stadion Trikoyo pada Selasa (30/8) bersama KH Anton Suwarto.

Pesta Kembang Api

Pantauan Timlo.net Senin malam (29/8), sebagian masyarakat di wilayah Klaten malam ini memeriahkan malam takbiran dengan pesta kembang api di pusat kota.

Selain itu, juga tampak warga dari berbagai daerah di wilayah ini yang menggelar konvoi takbiran dengan menaiki mobil bak terbuka disepanjang Jl Pemuda.

Kegiatan yang sama juga nampak dilakukan warga Desa Pakahan, Kecamatan Wedi. Kemeriahan malam takbiran malam ini dilakukan dengan takbir keliling mengitari area kecamatan. “Di tempat kami Shalat Ied akan dilaksaakan besok Selasa (30/8),” ujar Sofyan, peserta takbir keliling.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Klaten H Hartoyo mengatakan, perbedaan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri ini diharapkan tidak akan memecahbelah umat Islam. “Yang jelas bisa saling menghormati,” ujarnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge