0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Investor Pasar Pedan Protes Pasar Tumpah

Klaten – Investor Pasar Raya Pedan, Kabupaten Klaten memprotes adanya pasar tumpah yang mulai marak di sekitar pasar ini. “Kami tidak tahu kenapa beberapa hari terakhir ini para pedagang mulai memenuhi disekitar Pasar Raya Pedan.Mungkinkah ini kebijakan pemkab untuk menarik para pedagang yang belum buka kios maupun los di Pasar Raya Pedan.Yang pasti itu bukan kebijakan kami,” terang Direktur Proyek Pasar Raya Pedan, Endro B Wahyudi, Jumat (19/8).

Menurut Endro, maraknya pedagang ini menyebabkan lalu lintas di sekitar Pasar Pedan menjadi terganggu, karena dagangan mereka mengambil sebagian dari badan jalan. “Padahal sejak awal kami ingin membuat konsep Pasar Pedan sebagai pasar yang nyaman dan rapi,” imbuhnya.

Berdasarkan pantauan Timlo.net, sejumlah pedagang mulai membangun lapak yang terbuat dari bambu beratapkan plastik. Sebagian besar dari mereka beralasan, kepindahan mereka di utara Pasar Raya Pedan lantaran ikut-ikutan dengan pedagang yang lain.

Kepindahan puluhan pedagang oprokan, adegan dan lesehan disekitar Pasar Raya Pedan ini sejak Kamis malam (18/8). Semula mereka berjualan di pasar darurat di Lapangan Desa Keden dan Kedungan.

“Belum adanya kejelasan mengenai berapa lama dan besaran angsuran yang dibebankan kepada kami (para pedagang) menyebabkan kami memilih untuk membuka lapak disekitar Pasar Raya Pedan untuk sementara waktu,” ujar Warsidi (45).

Pilihan Warsidi berjualan di pinggir jalan ini bukan berarti dia tidak mempunyai los di Pasar Raya Pedan. Dia bersama pedagang lainnya, sebenarnya mempunyai jatah. Hanya saya belum dia manfaatkan. “Kami masih menunggu kejelasan dari pihak investor,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Endro mengatakan, angsuran yang belum jelas tersebut akibat para pedagang lebih mendengarkan pihak-pihak yang tidak berkewenangan. Bahkan dia menegaskan jika batas angsurannya sesuai standar bank yang berlaku saat ini, yaitu selama tiga tahun.

“Kalau pedangan tidak mampu, angsuran nanti bisa diperpanjang hingga lima tahun. Soal itu nanti saya bantu dalam perpanjangannya. Bagi yang berat mengangsur, nanti bisa masuk dan  berdagang dulu. Nanti kalau dagangannya mulai laku, bisa menyisihkan untuk angsuran,” jelas Endro.

Pada kesempatan yang sama, Lurah Pasar Raya Pedan Suparmo mengatakan, kebijakan untuk memberikan ruang pedagang berjualan di Pasar Raya Pedan ini hanya bersifat sementara sembari menunggu penataannya selesai semua. “Namun kami berharap semua pedagang bisa segera masuk ke kompleks Pasar Raya Pedan agar tidak mengganggu ketertiban lalulintas,” tegasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge