0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

AJI Solo Siap Dampingi Koran Joglo Pos

Klaten – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Solo siap mendampingi Koran Umum Joglo Pos Klaten menyusul diadukannya koran lokal mingguan ini ke polisi oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Insani Klaten.

“Kami siap mendampingi Joglo Pos dengan menyiapkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers untuk menyelesaikan konflik koran ini dengan LSM Peduli Insani,” ujar Sekretaris AJI Solo, Aries Susanto kepada Timlo.net, Minggu (14/8).

Menurut Aries, jika ada pihak yang merasa disudutkan atas pemberitaan di Joglo Pos cukup diselesaikan dengan hak jawab. “Jangan sampai ada kriminalisasi pers dikemudian hari. Sebab kalau kekerasan terhadap pers dibiarkan akan berdampak tidak baik terhadap kebebasan pers,” imbuhnya.

Sementara itu, Pimpinan Redaksi Koran Umum Joglo Pos, Ahmad Paidi Aji, mengatakan selain minta dukungan AJI Solo, pihaknya juga berencana akan meminta dukungan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Solo untuk menyelesaikannya. “Jika memang permasalahan ini dibawa ke ranah hukum maka kami akan ikuti sesuai peraturan yang berlaku,” ujarnya.

Menurut Paidi, pemberitaan yang dimuat wartawannya sudah benar adanya serta tidak menuduh siapapun. “Dalam isi berita tersebut sudah jelas tertulis ada narasumber yang mengutarakan saat diwawancarai wartawan Joglo Pos,” ungkapnya.

Pihaknya juga siap melayani hak jawab sebagai mana mestinya dari pihak-pihak yang merasa dirugikan dalam peberitaannya. “Padahal sebelumnya kami juga sudah memuat somasi tertulis dari LSM Peduli Insani,” ungkap Paidi.

Sebelumnya, LSM Peduli Insani mengadukan Koran Umum Joglo Pos ke Polres Klaten terkait pemberitaan di Joglo Pos pada Edisi 236. Th.IV, 18 s/d 24 Juli 2011 dengan judul "Kedatangan 3 Oknum Wartawan dan LSM, SMPN 3 Jatinom Kehilangan Laptop".

Kemudian LSM Peduli Insani tidak terima atas isi berita yang dirasa telah menyudutkan lembaganya tersebut. “Pemberitaan di Joglo Pos yang memuat lembaga kami itu merupakan fitnah belaka. Bahkan, berita itu hanya opini serta menuduh kami. Itu namanya menyalahi Undang-undang Pers No.40,” ujar Ketua LSM Peduli Insani, Eka Gunawan.

Pengacara LSM Peduli Insani, Joko Yunanto menerangkan, akibat dari pemberitaan di koran tersebut kini kliennya merasa dirugikan, baik secara pribadi maupun kelembagaan. “Intinya Joglo Pos telah mencemarkan nama baik klien kami,” imbuhnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge