0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sandiaga S Uno:

Indonesia Masih Butuh Banyak Socialpreneur

Solo – Hingga saat ini jumlah wirausahawan yang berangkat dari latar belakang kepedulian sosial (socialpreneur) rupanya masih sedikit. Padahal peran mereka sangat dibutuhkan guna membantu menyelesaikan sejumlah permasalahan ekonomi tanah air.

Demikian diungkapkan pendiri Asosiasi Kewirausahaan Sosial Indonesia (AKSI), Sandiaga S Uno, saat dicegat wartawan, usai menjadi pembicara dalam acara Forum Wedangan, di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Surakarta, Makamhaji, Kartasura, Kamis (11/8).

Acara ini digelar Akademi Berbagi (AkBer) Solo bekerjasama dengan AKSI (Asosiasi Kewirausahaan Sosial Indonesia) Jateng, JRU (Jaringan Rumah Usaha) Semarang, dan TDA (Tangan Di Atas) Soloraya. Forum UMKM dengan tema “Sosialpreneur Berbasis Kearifan Lokal” tersebut juga menghadirkan tokoh sosialpreneur Bang Idin (founder Komunitas Sanggabuana) dan Liliek Setiawan (tokoh pemuda, Ketua JCI Solo).

Ia menilai, saat ini dibutuhkan peran pengusaha guna membantu mengangkat keterpurukan bangsa. Salah satu permasalahan sosial yang menurutnya cukup penting untuk segera diselesaikan, yakni masalah pengangguran.

“Ada permasalahan ekonomi seperti pengangguran, perlambatan peningkatan kesejahteraan, pendidikan maupun kesehatan, yang mana ini harus segera dihadirkan solusinya oleh para socialpreneur,” kata Sandiaga.

Terkait hal ini, menurut dia, forum-forum diskusi antar pengusaha perlu dikembangkan di Kota Solo guna menumbuhkan berbagai bentuk kepedulian sosial. Salah satunya, yakni solusi untuk menekan angka pengangguran hingga di bawah empat persen.

Sementara itu, hingga saat ini baru tercatat 1500-2000 socialpreneur  di Indonesia yang tergabung dalam AKSI.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge