0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dikhawatirkan Rusak Stadion Trikoyo

Pentas Lumba-lumba Ditolak di Klaten

Klaten – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menolak ijin pegelaran pentas lumba-lumba di Stadion Trikoyo. Pasalnya, kegiatan itu dikhawatirkan akan memperparah kerusakan stadion.

“Permohonan ijin pentas lumba-lumba memang tidak dikabulkan dengan berbagai pertimbangan. Selain untuk aktifitas olahraga, stadion juga akan digunakan untuk Shalat Idul Fitri akhir bulan mendatang,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Ir H Tajudin Akbar selaku pejabat yang berwenang mengeluarkan ijin, Selasa (9/8).

Pendapat yang sama juga diungkapkan, Ketua Umum KONI Klaten H Otto Saksono. Ia menegaskan hendaknya stadion digunakan untuk kegiatan olahraga seperti sepakbola dan atletik, serta kegiatan insedentil yang telah direncanakan seperti upacara dan shalat Ied.

“'Kondisi stadion sudah memprihatinkan, jangan sampai dengan adanya pentas lumba-lumba atau kegiatan diluar olahraga justru akan menambah kerusakan dilingkup stradion,” tandas Otto.

Menurut Otto, pertunjukan selama 35 hari itu akan menganggu kegiatan olahraga seperti sekolah sepak bola (SSB), joging, senam dan olaharaga sekolah yang rutin dilaksanakan. “Kami berharap SKPD terkait tak memberikan ijin meski pun hanya 25 persen stadion yang digunakan,” imbuhnya.

Terpisah, Sekretaris PSSI Klaten, Drs Dwi Purwanto mengatakan, peruntukkan stadion memang harus disesuaikan fungsi utamanya. Jangan karena alasan retribusi, stadion digunakan untuk kegiatan yang justru bisa memperparah kerusakan stadion. “Sekalipun ada retribusi, saya yakin tidak akan sesuai dengan biaya perbaikan kerusakan yang ditimbulkan,” ujarnya.

Sementara itu pantauan di lokasi, hingga saat ini sejumlah perlengkapan pentas seperti pipa besi, kayu-kayu panjang, bambu, dak lantai kayu, drum, genset sampai pasir masih terlihat menumpuk di sisi timur stadion baik di bagian lapangan maupun tribun penonton.



Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge