0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pro Kontra Dapat Teratasi

Swargaloka Buat Drama Wayang

Solo – Sebagai kebudayaan lokal, pertunjukkan wayang orang dirasa semakin tidak dikenal oleh masyarakat apalagi untuk anak-anak muda. Melihat keprihatinan ini, para seniman dari Institut Seni Indonesia (ISI) Solo dan ISI Yogyakarta menggabungkan diri dan menamakan dirinya Swargaloka kemudian membuat pertunjukkan wayang orang dengan cita rasa masa kini yang kemudian diberi nama drama wayang.

Di beberapa kota, hal ini masih menjadi pro kontra, namun di Jakarta hal ini sudah menjadi hal yang biasa dan digemari oleh masyarakat karena sejak tiga tahun terakhir ini, Swargaloka menggelar pergelaran rutin sebulan sekali di Gedung Seni Pewayangan Nasional Indonesia (Senawangi), Jakarta.

“Kami menggabungkan seni teater, seni tari, dan seni musik. Penyampaiannya menggunakan bahasa Indonesia. Hal-hal melanggar pakem inilah yang sering menjadi pro kontra namun pada akhirnya kehadiran drama wayang dapat diterima juga karena masyarakat luas menjadi lebih kenal dan dekat dengan wayang karena penyajian yang seperti ini,” ungkap penata musik drama wayang, Dedek Wahyudi, yang juga seorang komposer asal Solo ini ketika ditemui di Wisma Seni, Selasa (9/8).



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge