0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ki Warseno Slank Beri Ruang Idealisme Seniman Solo

Wayang Dituding Tak Memihaki Wong Cilik

Solo – Dalang Ki Warseno Slank memberikan ruang kepada seniman-seniman Solo untuk menyampaikan idealisamenya sebelum dirinya memainkan lakon wayang episode Ramayana dalam acara Wayang Jumat Kliwon, Kamis (4/8) di Pendhapa Ageng Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT).

Sebuah pertunjukkan teatrikal singkat tanpa judul ditampilkan 3 seniman asal Solo yakni Gigok Anurogo, ST. Wiyono, dan Mbah Kodok. Tiga karakter berbeda mereka mainkan untuk mengkritisi pertunjukkan wayang. Gigok berperan sebagai sosok anak muda yang kritis, ST Wiyono berperan sebagai sosok yang teguh, dan Mbah Kodok diceritakan sebagai sosok yang bijak.

Si anak muda tidak sepakat jika wayang dikatakan sebagai budaya yang adiluhung karena hanya menceritakan tentang hal-hal yang baik untuk kalangan pemerintah. “Wayang itu cuma bercerita tentang ksatria-ksatria, tidak berpihak pada wong cilik. Kehidupan kerajaan digembar-gemborkan tanpa melihat ke bawah,” seperti inilah kira-kira yang diungkapkan Gigok dalam pementasan tersebut.

Namun hal ini dibantah  ST Wiyono dengan perannya sebagai tokoh yang teguh. “Pertunjukkan wayang tidak seperti itu. Wayang sangat bisa sebagai sarana untuk mencerminkan apa saja yang menjadi pikiran rakyat, tergantung bagaimana dalang itu dapat membawakan sebuah lakon,” paparnya dalam cerita tersebut.

Menanggapi pementasan teatrikal ini, Ki Warseno Slank berjanji akan menyuarakan aspirasi rakyat dalam lakon-lakon yang dibawakannya. Sebelum penampilan teater ini, Mbah Kodok menyajikan sebuah karya lagu dan puisi yang berjudul Bulan Gede. Dengan penampilan ini, Mbah Kodok ingin membangkitkan semangat kebudayaan pada setiap masyarakat.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge