0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pemkab Klaten Awasi Pintu Gerbang Elpiji Liar

Klaten – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten kini terus mengawasi dua kecamatan yang diduga sebagai pintu gerbang masuknya elpiji liar ukuran 3 kilogram. Dua kecamatan itu yakni Jatinom dan Tulung.

“Kecamatan Jatinom dan Tulung memang rawan menjadi pintu masuknya elpiji liar. Sebab kedua wilayah itu merupakan perbatasan dengan Kabupaten Boyolali yang selama ini menjadi pemasok elpiji liar yang rembesannya mencapai 2 ribu tabung per hari,” kata Kepala Bagian Perekonomian Setda Klaten, Sri Sumanto, Selasa (2/8).

Sri Sumanto menerangkan, jika kedua perbatasan itu tidak diawasi secara intensif maka akan berdampak pada tidak lakunya tabung gas yang dikeluarkan oleh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) dari Klaten. “Hal ini disebabkan tabung yang datang dari luar daerah dijual lebih murah,” ujarnya.

Selain mengawasi kedua wilayah tersebut, pemkab juga memantau harga elpiji 3 kilogram agar tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET) Rp 15.750 per tabung. Sebab, saat permintaan tabung gas banyak, biasanya dimanfaatkan oleh pangkalan yang nakal dengan menaikan harga tabung.

“Kami juga meminta kepada masyarakat untuk ikut mengawasi peredaran tabung gas. Kalau memang ada yang mencurigakan dapat disampaikan kepada tim pengawas yang bekerja di lapangan,” tandas Sri Sumanto.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge