0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Anak Berkualitas

WARDI Pentol menghisap rokok dengan sepenuh hati. Pedagang bakso keliling itu sedang melayani Pardi Kesut dengan wajah sedikit mbesengut. Sementara pembeli yang lain menunggu layanan baksonya.

Ndodoli itu dengan senyum biar baksonya enak,” kata Pardi Kesut.

“Iya, galau itu boleh tapi jangan dibawa sambil kerja,” tambah Angelina Tumini alias Timli.

“Lho, piye, nggak galau? Saya berinisiatip nambah anak eh ibune bocah-bocah ora matuk!” kata Wardi Pentol.

“Lho, anakmu kan sudah dua kan?,” kata Timin Sandinet alias Timlo.

“Iya dua tapi lanang kabeh…penginnya satu lagi cewek,” kata Wardi Pentol.

“Laki-laki atau perempuan itu yang penting bagaimana kita bisa mendidik dengan baik, mas. Punya anak itu bukan soal keinginan kita saja, tetapi bagaimana anak-anak itu punya masa depan yang baik,” terang Mbah Narto Bedhil.

Mbah Narto Bedhil menerangkan juga bahwa Peringatan Hari Kontrasepsi se-Dunia 2015 berlangsung di Sragen Jumat 2 Oktober kemarin. Tema kegiatan itu adalah “Ini Hidupmu, Ini Masa Depanmu, Ketahui Pilihanmu.”

“Kepala BKKBN dr Surya Chandra Surapaty, MPH, PhD ngendika bahwa pentingnya KB itu supaya orang tua punya waktu untuk ndidik anak yang berkualitas,” tambah Mbah Narto Bedhil.

“Maksudnya kalau dua, meskipun laki-laki semua dan dididik yang baik kan bisa berkualitas,” ucap Kartolo Congor.

“Wah, berarti biarpun anakmu hanya satu tapi pasti berkualitas, ya mas?,” tanya Wardi Pentol.

“Anaknya jelas berkualitas amarga didikan baik mboke, tapi bapaknya sing rada bermutu rendah,” bisik Mbah Narto Bedhil. (Oleh Y.E. Marstyanto)



Komentar Anda

KEMBALI KE ATAS badge