• Kamis, 24 Mei 2012
Kuliner

Kondisi Asri Merupakan Alternatif Baru Bagi Pencinta Kuliner

Bram Dwi Atmanto - Timlo.net
Selasa, 26 Januari 2010 | 11:58 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/BRAM
Pedagang Kuliner yang ada di bantaran sungai Bengawan Solo

Solo – Solo merupakan kota yang dikenal dengan berbagai makanan dan wisata kuliner yang enak, dari mulai gudeg ceker, nasi liwet, timlo, soto, sate kambing, pecel ndeso sangat diminati oleh para pencinta kuliner. Namun sekarang ini muncul alternatif baru bagi para pencinta kuliner, makanan yang disajikan adalah makanan yang biasa dan sering dijumpai namun yang menjadikannya menarik adalah lokasinya yang asri dan terkesan alami. Berikut liputannya :

Bengawan Solo, sontak ketika orang mendengar kata ini mereka akan teringat maestro keroncong Gesang. Tak ayal nama Bengawan Solo, begitu dikenal masyarakat luas. Namun Bengawan Solo bukan hanya sebuah lagu, Bengawan Solo merupakan salah satu sungai terpanjang di pulau Jawa. Kondisi di bantaran yang asri dan banyak pepohonan menjadikan sungai ini mempunyai nilai eksotis tersendiri. Ber-latarbelakang romantisme jaman dulu, kawasan bantaran Bengawan Solo menjadi tempat jujugan bagi para orang tua yang ingin mengenang masa-masa jaman dahulu, ataupun sekumpulan keluarga yang duduk bersama sambil bercerita dan menikmati suasana yang asri. Lambat-laun perkembangnya menjadikan kawasan ini ramai, dan mulailah bermunculan PKL yang menjajakan makanan dan minuman sampai sekarang ini.

Ketika Timlo.net mengunjungi kawasan tersebut suasana yang dirasakan adalah sebuah kesejukan. Kota Solo yang akhir-akhir ini sangat panas mempunyai pelabuhan rekreasi baru, tepatnya di bantaran Sungai Bengawan Solo, Jurug. Dengan duduk beralaskan tikar dibawah pohon asem, membuat suasana menjadi sejuk dan ingin rasanya sejenak beristirahat. Di kawasan ini, makanan yang ditawarkan hanyalah makanan yang ala kadarnya saja, maksudnya makanan yang bukan seperti yang kita temui di Restorant. Dari mulai Mie Ayam, Bakso Pangsit, Nasi Pecel, Nasi Sayur, Mie Rebus/Goreng, sampai es Kelapa Muda disajikan dalam lapak-lapak yang dibuat semi permanent oleh para PKL. “Makanan dan minuman yang disajikan sih biasa aja, mas, tapi suasana seperti ini jarang ditemukan di Solo”. Tutur Andre, “belum lagi harganya yang murah dan cocok dengan kantong mahasiswa”. Hal  senada juga diungkapkan Lilik (30) pegawai swasta ini menikmati suasana yang ada disini karena tempatnya yang asri dan alami.

Ternyata makanan enak belum tentu menjamin tingkat kepuasan masyarakat banyak faktor yang mempengaruhi salah satunya adalah suasana yang nyaman, segar dan menyenangkan.

         

Berita Terkait

Komentar

  1. pendukung timnas

    garuda di dadaku !!!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan mettafm