Ulat Bulu Mengganas, Dispertan Klaten Tunggu Uji Laboratorium
Klaten – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Klaten masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan jenis ulat bulu yang menyerang di Kecamatan Bayat sebelum melakukan penanganan.
Menyusul merebaknya hama ulat bulu di Dukuh Senden dan Pilangsari Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat sepekan terakhir ini membuat Dispertan tidak akan gegabah dalam penanganannya. Pasalnya, serangan ulat bulu kali ini merupakan kali pertama di Kabupaten Klaten.
“Kami masih menunggu hasil dari Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit Surakarta yang saat ini terjun ke lokasi untuk mengambil sampel,” kata Koordinator Pengamat Hama Dinas Pertanian Klaten Sunarno kepada wartawan, Kamis (14/4).
Menurut Sunarno, dari hasil uji laboratorium itu pihaknya baru bisa menentukan penggunaan jenis obat apa guna menekan penyebaran hama ulat bulu tersebut. “Karena jenis ulat bulu yang di Bayat ini berbeda dengan jenis ulat bulu yang menyerang beberapa daerah di luar Klaten,” ujarnya.
Kasi Perlindungan dan Rehabilitasi Dispertan Klaten, Joko Siswanto mengatakan, pihaknya juga sudah mempersiapkan alat untuk penyemprotan ke lokasi dengan menggunakan power sprayer. “Untuk mengantisipasi penyebarannya saat ini warga Ngerangan beramai-ramai melakukan pembakaran dengan cara menyisir ke batang-batang pohon,” ungkapnya.
Pihaknya juga mewanti-wanti jika warga di wilayah lain menemukan kasus serupa agar segera berkoordinasi. Hal ini guna mengantisipasi penyebaran ulat bulu di Klaten.
Migrasi
Sementara itu, sistem penyebaran ulat bulu ini menurut Sunarno ada tiga faktor yang mempengaruhi, yakni, terjadi lantaran perubahan iklim, musnahnya predator pemakan ulat, serta menurunnya populasi virus atau jamur yang menempel pada lava. “Musim ulat bulu ini bisa dibilang migrasi,” ujarnya.
Sunarno menjelaskan, di Klaten ini sifat penyerangan ulat bulu adalah sporadis, karena saat masih menjadi kupu-kupu tidak bisa terbang jauh dan kencang.
Berita Terkait
Berita Terkini
- Garuda Ajak Terbang Kalangan Akadem...
- ‘Gempa Bumi’, Pelajar SD Lari B...
- Warga Kadilangu Demo Tuntut Kompens...
- Kapolresta Segera Tindaklanjuti Lap...
- 30 Personel Siaga di Keraton Solo
- Dihalang-halangi, Hangabehi Lapor P...
- Hangabehi dan Tedjowulan Masuk Sasa...
- Mbah Liem Wafat, Dimakamkan Malam J...
- Ini Dia, Guru dan Kepala Sekolah Be...
- Mau Masuk Keraton, Hangabehi –...
- Sopir Ngantuk, Truk Tronton Nggolin...
- Hangabehi dan Tedjowulan Kompak Ket...
- Komik Jepang dan Korea Digemari ABG...
- Pasoepati Akan Ngluruk ke Cilacap
- Mengenang 6 Tahun Gempa di Monumen ...
Berita Terpopuler
- Batal Konser, Lady Gaga Jalan-jalan...
- Foto Rekonsiliasi Dua Raja Beredar
- Selama di Jakarta, Jokowi Pilih...
- Kerabat Keraton Tolak Tedjowulan...
- Isi Maklumat Rekonsiliasi Dua Raja...
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- Kecelakaan Beruntun di Gembongan
- Gedung Bertingkat 28 Segera Berdiri...
- KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
- Hangabehi – Tedjowulan Kumpulkan...
- 2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
- Foto Penampakan Gegerkan Warga...
- Terlalu Manja, Impian Masuk IPL...
- Kerabat Keraton Pertanyakan Hasil...
- Inilah, Ikrar Para Penjual Ciu


Kapolresta Segera Tindaklanjuti Lap...
30 Personel Siaga di Keraton Solo
Dihalang-halangi, Hangabehi Lapor P...
Hangabehi dan Tedjowulan Kompak Ket...
Inilah Kronologi Penandatanganan Re...