• Kamis, 24 Mei 2012

Lolongan Patah-Patah Kritik Kondisi Sosial

Denny Iskandar - Timlo.net
Selasa, 5 April 2011 | 14:00 WIB
  • Share

Solo – Pementasan  Lolongan Patah-Patah  karya May Ramadhan Teater Arena di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Minggu malam (4/4), mampu menghayati kisah yang ada didalamnya. Sehingga, bisa menghibur para penonton yang dengan antusiasnya mengikuti pementasan tersebut.

Pentas ini sendiri bercerita tentang kritik sosial dimana ilmu, ambisi, dan kemanusian tidak berimbang atau saling mengisi. Akibatnya, tidak ada harmoni didalamnya. Jika diistilahkan seperti lagu dimana para musisinya bermain masing-masing. Jadi  hidup tanpa tugas, mereka ribut, tapi sunyi.

Pementasan Lolongan Patah-Patah diawali dengan tiga orang, dua laki-laki, satu perempuan dengan kostum seragam berwarna abu-abu, celana pendek. Mereka bertiga menghayati kisahnya lewat gerak, dialog, dengan diiringi nuansa musik. Mereka bertiga dalam aksi pementasan  seakan memprotes kondisi sosial dan kemanusiaan yang tidak harmonis.

         

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan JS 300×125