Lolongan Patah-Patah Kritik Kondisi Sosial
Solo – Pementasan Lolongan Patah-Patah karya May Ramadhan Teater Arena di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Minggu malam (4/4), mampu menghayati kisah yang ada didalamnya. Sehingga, bisa menghibur para penonton yang dengan antusiasnya mengikuti pementasan tersebut.
Pentas ini sendiri bercerita tentang kritik sosial dimana ilmu, ambisi, dan kemanusian tidak berimbang atau saling mengisi. Akibatnya, tidak ada harmoni didalamnya. Jika diistilahkan seperti lagu dimana para musisinya bermain masing-masing. Jadi hidup tanpa tugas, mereka ribut, tapi sunyi.
Pementasan Lolongan Patah-Patah diawali dengan tiga orang, dua laki-laki, satu perempuan dengan kostum seragam berwarna abu-abu, celana pendek. Mereka bertiga menghayati kisahnya lewat gerak, dialog, dengan diiringi nuansa musik. Mereka bertiga dalam aksi pementasan seakan memprotes kondisi sosial dan kemanusiaan yang tidak harmonis.
Berita Terkait
Berita Terkini
- Warga Kadilangu Demo Tuntut Kompens...
- Kapolresta Segera Tindaklanjuti Lap...
- 30 Personel Siaga di Keraton Solo
- Dihalang-halangi, Hangabehi Lapor P...
- Hangabehi dan Tedjowulan Masuk Sasa...
- Mbah Liem Wafat, Dimakamkan Malam J...
- Ini Dia, Guru dan Kepala Sekolah Be...
- Mau Masuk Keraton, Hangabehi –...
- Sopir Ngantuk, Truk Tronton Nggolin...
- Hangabehi dan Tedjowulan Kompak Ket...
- Komik Jepang dan Korea Digemari ABG...
- Pasoepati Akan Ngluruk ke Cilacap
- Mengenang 6 Tahun Gempa di Monumen ...
- Anak SD Rame-rame Tolak Lady Gaga
- Ditabrak Truk, Bus Serba Mulya Nyun...


Kapolresta Segera Tindaklanjuti Lap...
30 Personel Siaga di Keraton Solo
Dihalang-halangi, Hangabehi Lapor P...
Hangabehi dan Tedjowulan Kompak Ket...
Inilah Kronologi Penandatanganan Re...