Kereta Api Menahan Perih
Solo – PT Kereta Api Indonesia (KAI) terpaksa harus menahan perih berkepanjangan. Pasalnya, biaya operasional semakin membengkak, sementara tarif kereta api (KA) tetap tertahan di angka lama.
Dipaparkan Pejabat Humas PT KAI Daops VI Yogyakarta, Eko Budianto, kepada wartawan, hingga Maret ini belum ada instruksi dari direksi perihal kenaikan tarif. Padahal, jika melihat kondisi saat ini, menurut dia, pemerintah harus mengambil kebijakan menaikkan tarif KA.
“Harusnya saat ini tarif sudah naik, sebab harga BBM tinggi. BBM yang dipakai KA itu kan BBM industri, bukan subsidi. Apalagi penggunaannya cukup tinggi,” tandasnya, di Stasiun Solo Balapan, baru-baru ini. Lebih jauh, Eko menjelaskan, konsumsi KA atas BBM perkilometernya mencapai 2,5 liter.
Sementara untuk menanggung beban operasional KA ekonomi, kata dia, PT KAI mengambil kebijakan memberi subsidi melalui KA komersial. Sejauh ini, PT KAI telah mengajukan Public Service Obligation (PSO) kepada pemerintah untuk menggelontorkan subsidi sebesar Rp 775 miliar. Namun, hasrat PT KAI harus kandas lantaran hanya terealisasi Rp 600 miliar saja.
“Untuk menutupi selisih itu harusnya dengan menaikkan tarif. Saat ini cuma didukung dari angkutan barang,” urai Eko.
Wakil Kepala Stasiun Solo Balapan, Efendi, mengaku sepakat jika tarif KA ekonomi dinaikkan. Pasalnya, menurut dia, keran subsidi pemerintah untuk KA ekonomi tidak mengalir dengan lancar. “Untuk mendukung operasional KA ekonomi harusnya tiket memang naik karena subsidi tidak lancar,” tegasnya.
Berita Terkait
Berita Terkini
- Kapolresta Segera Tindaklanjuti Lap...
- 30 Personel Siaga di Keraton Solo
- Dihalang-halangi, Hangabehi Lapor P...
- Hangabehi dan Tedjowulan Masuk Sasa...
- Mbah Liem Wafat, Dimakamkan Malam J...
- Ini Dia, Guru dan Kepala Sekolah Be...
- Mau Masuk Keraton, Hangabehi –...
- Sopir Ngantuk, Truk Tronton Nggolin...
- Hangabehi dan Tedjowulan Kompak Ket...
- Komik Jepang dan Korea Digemari ABG...
- Pasoepati Akan Ngluruk ke Cilacap
- Mengenang 6 Tahun Gempa di Monumen ...
- Anak SD Rame-rame Tolak Lady Gaga
- Ditabrak Truk, Bus Serba Mulya Nyun...
- DPU Solo Bentuk Satgas Khusus Penar...


Kapolresta Segera Tindaklanjuti Lap...
30 Personel Siaga di Keraton Solo
Dihalang-halangi, Hangabehi Lapor P...
Hangabehi dan Tedjowulan Kompak Ket...
Inilah Kronologi Penandatanganan Re...