Bom, Jasa Pengiriman barang Tak Tinggal Diam
Solo – Maraknya paket bom buku di masyarakat membuat perusahaan jasa pengiriman barang tak tinggal diam. Guna mengantisipasi aksi teror, perusahaan pengiriman barangpun memilih lebih selektif menerima paket kiriman dari konsumen.
Khusus pelanggan baru, perusahaan pengiriman barang meminta konsumen membuka isi paket sebelum dilakukan pengiriman. Kebijakan itu harus diterapkan demi menjamin keamanan paket. “Paket harus dibuka di depan petugas, kalau tidak mau ya terpaksa harus ditolak,” tutur Ketua Asosiasi Persahaan Jasa Ekspres Indonesia (Asperindo) Solo, Bambang Widiatmoko, kepada wartawan, di salah satu rumah makan, di Jl Adi Sucipto, baru-baru ini.
Kebijakan perusahaan menerapkan pembukaan paket juga diakui Kepala Cabang TNT Solo, Aditya Putra. Menurutnya, hal itu merupakan salah satu bentuk kewaspadaan perusahaan jasa pengiriman barang dari kondisi yang tidak diinginkan. “Ada instruksi dari Asperindo untuk meningkatkan kewaspadaan. Pelanggan yang datang diharuskan membuka paket dan kebanyakan mereka mau,” beber Aditya.
Berita Terkait
Berita Terkini
- Kapolresta Segera Tindaklanjuti Lap...
- 30 Personel Siaga di Keraton Solo
- Dihalang-halangi, Hangabehi Lapor P...
- Hangabehi dan Tedjowulan Masuk Sasa...
- Mbah Liem Wafat, Dimakamkan Malam J...
- Ini Dia, Guru dan Kepala Sekolah Be...
- Mau Masuk Keraton, Hangabehi –...
- Sopir Ngantuk, Truk Tronton Nggolin...
- Hangabehi dan Tedjowulan Kompak Ket...
- Komik Jepang dan Korea Digemari ABG...
- Pasoepati Akan Ngluruk ke Cilacap
- Mengenang 6 Tahun Gempa di Monumen ...
- Anak SD Rame-rame Tolak Lady Gaga
- Ditabrak Truk, Bus Serba Mulya Nyun...
- DPU Solo Bentuk Satgas Khusus Penar...


Kapolresta Segera Tindaklanjuti Lap...
30 Personel Siaga di Keraton Solo
Dihalang-halangi, Hangabehi Lapor P...
Hangabehi dan Tedjowulan Kompak Ket...
Inilah Kronologi Penandatanganan Re...