Cina “Sikut” Pasar Rotan Domestik
Solo – Asean-China Free Trade Agreement (ACFTA) alias kesepakatan dagang antara negara-negara Asean dengan Cina telah membuat Negeri Tirai Bambu itu begitu leluasa bermain di pasar Indonesia. Tak pelak, penetrasi industri rotan sintetis asal Cina berhasil “menyikut” pasar rotan domestik.
“Tren produk rotan mulai bergeser. Pasar lebih condong ke produk rotan sintetis dari Cina ketimbang produk rotan alam. Efeknya, permintaan rotan alam Indonesia turun,” tutur Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Solo, David R Wijaya, ketika ditemui wartawan, di sela-sela Seminar “Mendorong Pembangunan Ekonomi Dengan Transparansi Informasi Suku Bunga Dasar Kredit”, di Hotel Novotel, Sabtu (19/3).
Pihaknya pun menyayangkan, saat ini pelaku industri rotan banyak yang terjebak pada strategi pasar Cina. Akibatnya, tidak sedikit perajin rotan alam beralih ke produk rotan sintetis. Ironisnya, belakangan ini Cina begitu gencar mengimpor rotan alam asal Indonesia untuk persediaan tujuh tahun ke depan.
“Sudah saatnya kita membuat kampanye agar rotan alam bisa kembali ke pasar. Bagaimana mengembalikan image rotan alam bisa sejajar dengan rotan sintetis,” tandas David.
Bergesernya pangsa pasar rotan alam oleh rotan sintetis juga diakui Pembina Klaster Rotan Trangsan, Supriyadi. Dikatakannya, pergeseran pasar terjadi lantaran produk rotan dalam negeri tidak memiliki grand design yang mengakibatkannya kalah bersaing dengan produk rotan asal Cina.
Berita Terkait
Komentar
Tinggalkan Balasan
Berita Terkini
- Kapolresta Segera Tindaklanjuti Lap...
- 30 Personel Siaga di Keraton Solo
- Dihalang-halangi, Hangabehi Lapor P...
- Hangabehi dan Tedjowulan Masuk Sasa...
- Mbah Liem Wafat, Dimakamkan Malam J...
- Ini Dia, Guru dan Kepala Sekolah Be...
- Mau Masuk Keraton, Hangabehi –...
- Sopir Ngantuk, Truk Tronton Nggolin...
- Hangabehi dan Tedjowulan Kompak Ket...
- Komik Jepang dan Korea Digemari ABG...
- Pasoepati Akan Ngluruk ke Cilacap
- Mengenang 6 Tahun Gempa di Monumen ...
- Anak SD Rame-rame Tolak Lady Gaga
- Ditabrak Truk, Bus Serba Mulya Nyun...
- DPU Solo Bentuk Satgas Khusus Penar...


Kapolresta Segera Tindaklanjuti Lap...
30 Personel Siaga di Keraton Solo
Dihalang-halangi, Hangabehi Lapor P...
Hangabehi dan Tedjowulan Kompak Ket...
Inilah Kronologi Penandatanganan Re...
Kenapa para pengusaha pada bungkam tentang rate us$ terhadap rupiah? apakah pemerintah tidak dicolek? dijewer dulu?
China benar2 melakukan penetrasi pasar di dalam negri tanpa peraturan yg benar2 melindungi dari pemerintah sejak "keran" ACFTA di buka.
Pengusaha mebel/rotan dari Indonesia hanya bisa Perang harga, chinanya siap mengaduk-aduk pasar. Tidak ada managemen strategic dari pemerintah, maka jadilah kita di tamu di rumah sendiri.