• Kamis, 24 Mei 2012
Rotan Sintetis Marak

Cina “Sikut” Pasar Rotan Domestik

Andi Penowo - Timlo.net
Minggu, 20 Maret 2011 | 21:41 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/Mint
Tren produk rotan mulai bergeser. Pasar lebih condong ke produk rotan sintetis dari Cina ketimbang produk rotan alam

Solo Asean-China Free Trade Agreement (ACFTA) alias kesepakatan dagang antara negara-negara Asean dengan Cina telah membuat Negeri Tirai Bambu itu begitu leluasa bermain di pasar Indonesia. Tak pelak, penetrasi industri rotan sintetis asal Cina berhasil “menyikut” pasar rotan domestik.

“Tren produk rotan mulai bergeser. Pasar lebih condong ke produk rotan sintetis dari Cina ketimbang produk rotan alam. Efeknya, permintaan rotan alam Indonesia turun,” tutur Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Solo, David R Wijaya, ketika ditemui wartawan, di sela-sela Seminar “Mendorong Pembangunan Ekonomi Dengan Transparansi Informasi Suku Bunga Dasar Kredit”, di Hotel Novotel, Sabtu (19/3).

Pihaknya pun menyayangkan, saat ini pelaku industri rotan banyak yang terjebak pada strategi pasar Cina. Akibatnya, tidak sedikit perajin rotan alam beralih ke produk rotan sintetis. Ironisnya, belakangan ini Cina begitu gencar mengimpor rotan alam asal Indonesia untuk persediaan tujuh tahun ke depan.

“Sudah saatnya kita membuat kampanye agar rotan alam bisa kembali ke pasar. Bagaimana mengembalikan image rotan alam bisa sejajar dengan rotan sintetis,” tandas David.           

Bergesernya pangsa pasar rotan alam oleh rotan sintetis juga diakui Pembina Klaster Rotan Trangsan, Supriyadi. Dikatakannya, pergeseran pasar terjadi lantaran produk rotan dalam negeri tidak memiliki grand design yang mengakibatkannya kalah bersaing dengan produk rotan asal Cina. 

         

Berita Terkait

Komentar

  1. supomo

    Kenapa para pengusaha pada bungkam tentang rate us$ terhadap rupiah? apakah pemerintah tidak dicolek? dijewer dulu?

  2. Hananto

    China benar2 melakukan penetrasi pasar di dalam negri tanpa peraturan yg benar2 melindungi dari pemerintah sejak "keran" ACFTA di buka.
    Pengusaha mebel/rotan dari Indonesia hanya bisa Perang harga, chinanya siap mengaduk-aduk pasar. Tidak ada managemen strategic dari pemerintah, maka jadilah kita di tamu di rumah sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan PLN

iklan innity

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan mettafm

iklan monex indonesia

iklan bank jateng

iklan JS 300×125