Lakon Aryo Penangsang Bakal disajikan di Taman Balekambang
Solo – Kerajaan Demak yang damai berubah menjadi mencekam. Setelah Raden Patah meninggal dunia, tampik kekuasaan menjadi rebutan antara Raden Trenggono dan Raden Surowiyoto. Peperangan yang berlangsung sengit tersebut tetap bergejolak hingga akhirnya pangeran Surowiyoto gugur dalam pertempuran. Tak lama beselang, istri pangeran Surowiyoto pun meninggal setelah melahirkan seorang bayi yang oleh Sunan Kudus diberi nama Aryo Penangsang.
Penggalan cerita diatas akan dipentaskan dalam pertunjukan ketoprak di gedung ketoprak Taman Balekambang, Sabtu (19/3). Ronggo Sukasdi, sutradara pementasan kepada Timlo.net, menyampaikan bahwa dipilihnya cerita Haryo Penangsang Lahir karena selain ceritanya yang memang bagus juga konflik yang terjadi dalam cerita ini sama dengan apa yang saat ini terjadi di negara ini.
“Nuansa perebutan kekuasaan yang kental serta konflik-konflik kepentingan yang menyertainya juga hampir sama di negara ini. Kami juga ingin memberikan gambaran kepada masyarakat jika konflik saudara yang berkepanjangan hanya akan mengakibatkan kesengsaraan. Tidak akan pernah ada pihak yang bahagia pada akhirnya,” paparnya.
Berita Terkait
Komentar
Tinggalkan Balasan
Berita Terkini
- Kapolresta Segera Tindaklanjuti Lap...
- 30 Personel Siaga di Keraton Solo
- Dihalang-halangi, Hangabehi Lapor P...
- Hangabehi dan Tedjowulan Masuk Sasa...
- Mbah Liem Wafat, Dimakamkan Malam J...
- Ini Dia, Guru dan Kepala Sekolah Be...
- Mau Masuk Keraton, Hangabehi –...
- Sopir Ngantuk, Truk Tronton Nggolin...
- Hangabehi dan Tedjowulan Kompak Ket...
- Komik Jepang dan Korea Digemari ABG...
- Pasoepati Akan Ngluruk ke Cilacap
- Mengenang 6 Tahun Gempa di Monumen ...
- Anak SD Rame-rame Tolak Lady Gaga
- Ditabrak Truk, Bus Serba Mulya Nyun...
- DPU Solo Bentuk Satgas Khusus Penar...
Berita Terpopuler
- Batal Konser, Lady Gaga Jalan-jalan...
- Foto Rekonsiliasi Dua Raja Beredar
- Selama di Jakarta, Jokowi Pilih...
- Kerabat Keraton Tolak Tedjowulan...
- Isi Maklumat Rekonsiliasi Dua Raja...
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- Kecelakaan Beruntun di Gembongan
- Gedung Bertingkat 28 Segera Berdiri...
- KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
- Hangabehi – Tedjowulan Kumpulkan...
- 2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
- Foto Penampakan Gegerkan Warga...
- Terlalu Manja, Impian Masuk IPL...
- Kerabat Keraton Pertanyakan Hasil...
- Inilah, Ikrar Para Penjual Ciu


Kapolresta Segera Tindaklanjuti Lap...
30 Personel Siaga di Keraton Solo
Dihalang-halangi, Hangabehi Lapor P...
Hangabehi dan Tedjowulan Kompak Ket...
Inilah Kronologi Penandatanganan Re...
Kisah Arya Penangsang merupakan certia klasik yang sangat monumental dan digandrungi masyarakat. Bahkan didaerah tertentu lakon ini dianggap sakral, sehingga ada grup kethoprak yang tidak berani mementaskan. Lakon ini sering disajikan hitam putih, menyudutkan tokoh Aryo Penangsang yang arogan dan brangasan. Padahal kalau kita cermati, aryo penangsang adalah seorang santri sunan Kudus yang beraliran wahabi, maka perlu ada keberanian menyajikan lakon ini dengan tafsir yang baru.