Badai Paceklik Landa Industri Tekstil
Solo – Badai paceklik tengah melanda industri tekstil dalam negeri. Pasalnya, selain dihantam tingginya harga bahan kapas, produksi tekstil juga semakin terkoyak setelah dihempas pencabutan capping tarif dasar listrik industri. Kendati produsen juga telah menaikkan harga produk jadi hingga 50 persen, namun nyatanya pasar tidak mampu menyerap secara optimal.
“Keadaan yang terjadi sangat berat. Pertama, kebijakan pencabutan capping. Walau diterapkan diskon jam 23.00 hingga 07.00 WIB, tapi itu percuma karena memang industri memberlakukan sistem kerja tiga shift.
Kedua, terjadi krisis bahan kapas. Saat ini yang terjadi adalah ganti harga dari 90 sen perkilogram jadi 2,46 dolar Amerika hanya dalam waktu enam bulan,” papar Ketua Bidang Industri Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Solo, Liliek Setiawan, kepada wartawan, di sela-sela kunjungan Studi Banding HIPMI Blora, di Sekretariat HIPMI, baru-baru ini.
Dijelaskan dia, industri tekstil skala besar, saat ini cukup berat merasakan imbas pasar global maupun kebijakan domestik yang menyulitkan operasional serta laju perdagangan. Pengusaha hanya mampu menyiasatinya dengan mencoba beralih ke bahan baku lain. Namun, sayangnya hal itu, juga kurang mendapat sambutan positif dari pasar.
“Jika kondisi seperti ini terus tentu sangat berat bagi perusahaan. Tanggung jawab moral perusahaan menciptakan pekerjaan. Untuk mem-PHK (pemutusan hubungan kerja-red) tentu juga perlu berpikir berkali-kali karena sangat berat. Undang-undang perburuhan saat ini, khususnya opsi PHK sangat rawan karena beban yang ditanggung sangat besar,” jelas Liliek.
Berita Terkait
Berita Terkini
- Kapolresta Segera Tindaklanjuti Lap...
- 30 Personel Siaga di Keraton Solo
- Dihalang-halangi, Hangabehi Lapor P...
- Hangabehi dan Tedjowulan Masuk Sasa...
- Mbah Liem Wafat, Dimakamkan Malam J...
- Ini Dia, Guru dan Kepala Sekolah Be...
- Mau Masuk Keraton, Hangabehi –...
- Sopir Ngantuk, Truk Tronton Nggolin...
- Hangabehi dan Tedjowulan Kompak Ket...
- Komik Jepang dan Korea Digemari ABG...
- Pasoepati Akan Ngluruk ke Cilacap
- Mengenang 6 Tahun Gempa di Monumen ...
- Anak SD Rame-rame Tolak Lady Gaga
- Ditabrak Truk, Bus Serba Mulya Nyun...
- DPU Solo Bentuk Satgas Khusus Penar...
Berita Terpopuler
- Batal Konser, Lady Gaga Jalan-jalan...
- Foto Rekonsiliasi Dua Raja Beredar
- Selama di Jakarta, Jokowi Pilih...
- Kerabat Keraton Tolak Tedjowulan...
- Isi Maklumat Rekonsiliasi Dua Raja...
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- Kecelakaan Beruntun di Gembongan
- Gedung Bertingkat 28 Segera Berdiri...
- KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
- Hangabehi – Tedjowulan Kumpulkan...
- 2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
- Foto Penampakan Gegerkan Warga...
- Terlalu Manja, Impian Masuk IPL...
- Kerabat Keraton Pertanyakan Hasil...
- Inilah, Ikrar Para Penjual Ciu


Kapolresta Segera Tindaklanjuti Lap...
30 Personel Siaga di Keraton Solo
Dihalang-halangi, Hangabehi Lapor P...
Hangabehi dan Tedjowulan Kompak Ket...
Inilah Kronologi Penandatanganan Re...