0271-3022735 redaksi@timlo.net
Timlo.net

BCS Brutal saat PSS vs Persis, Kinerja Panpel Dipertanyakan

- Timlo.net
Dok.Timlo.net/ Aryo Yusri Atmaja.

Dok.Timlo.net/ Aryo Yusri Atmaja.

Aksi suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS) sesaat setelah melempar benda ke kiper Persis I Komang Putra.

Sleman — Kelompok suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS) berbuat ulah. Ya, saat laga penuh rivalitas yang mempertemukan tuan rumah PSS Sleman kontra Persis Solo dalam lanjutan Divisi Utama LPIS, Mingggu (9/6) sore sempat diwarnai kericuhan.

Tak tanggung-tanggung, dengan brutalnya BCS yang selalu menempati tribun sisi selatan Stadion Maguwoharjo ini melempari benda keras yang mengenai kepala kiper Persis, I Komang Putra. Padahal insiden tersebut hanya sesaat sebelum kick-off dimulai.

Atas peristiwa itu,  kepala I Komang Putra pun terluka dan mendapat lima jahitan. Beruntung eks kiper Arseto ini masih mampu kembali bermain dan tampil 90 menit. Namun aksi ngawur yang dilakukan BCS tak hanya sampai disitu. Hampir sepanjang pertandingan, petasan selalu meluncur ke tengah lapangan yang jelas sangat membahayakan pemain.

Tak ada pencegahan dari pihak keamanan ataupun panitia pelaksana pertandingan atas banyakanya petasan yang masuk ke lapangan. Pelatih Persis Solo Widyantoro juga tak luput dari sasaran suporter BCS. Sebuah botol air mineral yang berisi air kencing pun nyaris menghantam kepalanya saat laga baru berjalan beberapa menit.

“Komang sampai harus mendapat lima jahitan tadi terkena lemparan batu. Belum lagi saya dilempar air kencing. Begitu juga petasan bisa masuk ke tengah lapangan dan bisa membahayakan pemain,” beber Widyantoro kepada wartawan usai pertandingan di Sleman, Minggu malam.

“Sebenarnya wajar ada tekanan dan teror dari tuan rumah seperti itu. Tapi ini sudah kelewatan dan panpelnya kemana? Sekarang kalau sudah seperti ini, kalau mau mengadukan protes, protes ke siapa?,” tambah Widyantoro.

Terpisah, manajer Persis LPIS Joni Sofyan Erwandi sangat menyayangkan kinerja panpel PSS Sleman yang tak sanggup bekerja dengan baik. “Saya kecewa dengan panpel disini. Suasana yang sangat mengganggu pemain. Botol bir, batu, pecahan keramik bisa sampai masuk lapangan. Luar biasa, jauh dibandingkan panpel Solo,” katanya.



Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS