0271-3022735 redaksi@timlo.net
default-logo

Pelaku Pemalsu Kartu Debit dan Kartu Kredit Ditangkap

Timlo.net – Empat pelaku pencuri data kartu kredit dan kartu debit diciduk petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Keempatnya yakni SA (36), TK (37), FA (36) dan KN (28). Mereka ditangkap di beberapa lokasi berbeda.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto menuturkan penangkapan berawal dari puluhan pengguna kartu kredit maupun debit yang melaporkan adanya transaksi mencurigakan di rekeningnya.

“Setelah ditelusuri ternyata sebagian besar pelapor adalah mereka yang kerap melakukan transaksi di kasir toko Body Shop di wilayah Jakarta dan Padang,” ujar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Kamis (30/5).

Melalui teknologi yang dimiliki, lanjut Rikwanto, petugas mendapati pelaku SA lah yang melakukan transaksi dengan menggunakan rekening curian. “Pelaku belanja dengan kartu kredit maupun debit yang data-datanya adalah hasil curian,” tuturnya.

SA ditangkap di Medan, Sumatera Utara. “Kemudian dilakukan pengembangan ditangkap lagi suami SA yakni TK,” ujarnya.

Dari keduanya petugas menyita 3 buah laptop, 1 encoder kartu, 40 kartu kredit palsu, 3 printer, 1 alat EDC, ratusan kartu kosong yang nantinya akan diisi data-data curian dan beberapa lembar plastik pres kartu.

Sedangkan FA dan KN ditangkap di Sidoarjo, Jawa Timur. “Untuk peran masing-masing pelaku, SA dan TK merupakan pembeli data dari pelaku FA dan KN,” terang Rikwanto.

Untuk FA dan KN berperan mencetak kartu kredit palsu dan mengisi data (encode) kartu kredit curian menggunakan alat encoder dan juga komputer.

“FA merupakan otak pelaku karena dia lah yang menyediakan kartu kredit dan debit kosong untuk kemudian nantinya diisi dengan data-data korban yang kerap melakukan transaksi di kasir toko Body Shop,” papar Rikwanto.

Selain empat pelaku yang sudah ditangkap, petugas juga masih memburu tiga pelaku yang diduga menggunakan kartu kredit dan debit yang sudah diisi dengan data-data orang lain.

“Pelaku dijerat Pasal 363 KUHP dan Pasal 31 UU No. 11 tahun 2008 tentang ITE dan juga pasal 3 dan Pasal 5 UU no. 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman lebih dari lima tahun penjara,” tandasnya. (IM)

Sumber: Merdeka.com

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS