• Kamis, 24 Mei 2012
Biaya Produki Membengkak

80 Persen Pengusaha Kelimpungan

Andi Penowo - Timlo.net
Kamis, 10 Februari 2011 | 06:34 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/Andi Penowo
Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Solo, Rihatin Budijono

Solo – Sebanyak 80 persen pengusaha kelimpungan lantaran membengkaknya biaya produksi. Mereka pun mengeluhkan, saat ini biaya produksi sudah tidak mampu ditekan lagi.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Solo, Rihatin Budijono, kepada wartawan, di sela-sela Donor Darah dan Pengobatan Gratis, di PT Iskandar Tekstil, Rabu (9/2). Salah satu pemicu pengusaha kelimpungan, menurut dia lantaran pencabutan kebijakan capping atau pembatasan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 18 persen bagi industri yang berlaku mulai Januari lalu.

“80 persen pengusaha mengeluh kalau biaya produksi sudah tidak bisa ditekan lagi. sementara barang kita nggak bisa segera keluar. Terus mekanismenya gimana ?” ujar Rihatin. Menyikapi hal ini, pihaknya menyatakan hanya ada satu opsi untuk menekan biaya produksi, yakni efisiensi di semua bidang. Seandainya langkah efisiensi ternyata juga tidak mampu memberi pencerahan bagi keberlangsungan industri, menurutnya pemutusan hubungan kerja (PHK) bakal menjadi satu-satunya alternatif penyelesaian

“Rasionalisasi khususnya dalam bentuk PHK kemungkinan sulit dihindari. Hal itu karena PHK sebagai pemecahan terakhir bila sudah tidak bisa efisiensi,” pungkas Rihatin.

         

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan PLN

iklan innity

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan mettafm

iklan monex indonesia

iklan bank jateng

iklan JS 300×125