0271-3022735 redaksi@timlo.net
Timlo.net

Ujian Calon Pengawas SD Dipungut Rp 650 Ribu

- Timlo.net
Dok.Timlo.net/ Nanang Rahadian

Dok.Timlo.net/ Nanang Rahadian

Ujian seleksi calon pengawas sekolah dasar yang dilakukan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah, Selasa (30/4).

Karanganyar — Ujian seleksi calon pengawas sekolah dasar (SD) yang dilakukan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah yang diikuti 101 calon pengawas ditengarai adanya pungutan tidak resmi. Untuk mengikuti tes tersebut para peserta pun ditarik pungutan sebesar Rp 650 ribu per kepala.

Sutardi, salah satu peserta membenarkan hal tersebut, dirinya ditarik biaya sebesar Rp 650 ribu. Uang tersebut disetorkan kepada pihak panitia penyelenggara. “Setiap peserta membayar Rp 650 ribu. Karena ini untuk jenjang ke depannya mau tidak mau ya ikuti saja,” jelas Kepala SDN 4 Bejen, Karanganyar tersebut.

Hal senada juga diungkapkan Kepala SDN 1 Jumantono, Edi. Menurutnya hal tersebut dilakukan agar dirinya bisa melanjutkan menjadi pengawas sekolah setelah masa jabatan sebagai kepala sekolah akan habis pada tahun ini.

Sementara itu, Kabid Pemetaan dan Supervisi Mutu Pendidikan LPMP Jateng Kemendikbud, Tartib Supriyadi membenarkan adanya biaya pungutan tersebut kepada para calon peserta seleksi. “Pungutan itu dikelola oleh Dinas Pendidikan setempat sebagai penyelenggara. Kami hanya tenaga ahli saja,” jelas Tartib, Selasa (30/4).

Lebih lanjut, Tartib menjelaskan bahwa penarikan dana tersebut dimungkinkan karena kurangnya alokasi dana DIPA untuk kegiatan tersebut. Kegiatan tersebut dinilai Tartib sangatlah mendesak untuk dilakukan karena terdapat kekurangan pengawas SD dan TK yang cukup banyak di Kabupaten Karanganyar.

“Kalau dana DIPA itu kan setelah Juni baru turun. Tapi tes ini dibutuhkan segera. Dananya juga untuk alokasi membayar tenaga ahli,” pungkasnya.

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS