0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Sosialisasi TP4D, Bupati Sentil Perangkat Desa Berusia Muda

Sosialisasi TP4D di pendopo Pemkab Klaten (timlo.net/a wijaya)

Klaten — Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Klaten menyoroti lemahnya pemahaman perangkat desa terhadap aplikasi Sistem Kelola Keuangan Desa (Siskudes). Perangkat desa dinilai masih menerapkan metode lama dalam pelaporan keungan.

“Dari hasil verifikasi keuangan yang kita lakukan di desa itu masih banyak yang belum ‘Ngeh’ (mengerti), apalagi dengan Siskudes yang baru. Pedoman yang mereka gunakan minim,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten sekaligus Ketua TP4D, Masruri Abdul Aziz, di Pendopo Pemkab Klaten,  Rabu (11/7).

Dibeberkan, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di desa menjadi salah satu kendala dalam kegiatan administrasi keuangan, baik Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD). Dia berharap, hasil seleksi perangkat desa secara serentak pada 29 April lalu meningkatkan kapasitas SDM di 391 yang tersebar di Klaten.

“Banyak yang sepuh (tua) sehingga keteteran menggunakan aplikasi (Siskudes). Semoga adanya lowongan perangkat desa baru kemarin bisa mengerti. Karena kita mengutamakan upaya pencegahan terlebih dahulu. Jika kita tegur sampai tiga kali tidak manut, baru kita lakukan penegakan,” beber Aziz.

Dihadapan ratusan perangkat desa yang mengikuti sosialisasi TP4D itu, Bupati Klaten Sri Mulyani mengingatkan agar seluruh perangkat desa tunduk dan hormat kepada Kades masing- masing. Dia berharap perangkat desa terpilih segera menyesuaikan diri dan bekerja kepada masyarakat.

“Perangkat desa yang muda kan biasanya masih idealis, menonjolkan sisi akunya. Kalau diajak kiyak- kiyuk (memainkan anggaran) sulit ya saya dukung.  Tetapi kalau diajak kerja justru mempersulit ya diganti saja. Yang penting bekerja sesuai aturan main,” pesan Mulyani.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge