0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ini Penyebab Turunnya Pemudik yang Lewat Solo

Koordinator Terminal Tirtonadi Solo, sedang memberikan penjelasan kepada pemudik (timlo.net/heru gembul)

Solo – Jumlah kendaraan yang melintas di Kota Solo hingga H-2 Lebaran tahun ini menurun hingga 11,45 persen dibanding tahun lalu. Beroperasinya Tol Solo – Ngawi secara penuh dan gencarnya program mudik gratis dari Pemerintah maupun swasta disinyalir menjadi penyebab jumlah kendaraan menurunnya pemudik yang melewati Kota Bengawan.

“Kebanyakan pemudik memilih lewat tol sehingga yang masuk Solo sedikit,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Ari Wibowo, Kamis (14/6).

Mengacu kepada data yang disampaikan Manager Area PT Jasa Marga Solo Ngawi (JSN) Sih Wiyono, jumlah kendaraan yang melewat Tol Solo Ngawi mencapai 15 ribu per hari. Angka tersebut dicatat pada awal-awal masa liburan.

Selain itu, menurunnya jumlah kendaraan yang melintas Solo juga disebabkan oleh gencarnya program mudik gratis dari Pemerintah dan swasta. Jumlah bus yang disediakan Kementerian Perhubungan untuk pemudik dari Jakarta menuju wilayah Jawa Tengah saja mencapai 163 bus dengan tujuan akhir Terminal Tirtonadi. Jumlah tersebut diperkirakan mampu mengangkut hingga hampir 9.000 pemudik.

“Belum lagi yang dari perusahaan-perusahaan yang mengadakan program serupa. Kita tidak bisa memantau jumlahnya berapa,” kata Kepala Bidang Angkutan Umum Dishub Solo, Muhammad Taufiq.

Alhasil, lalu lintas di Kota Solo cenderung lancar. Kepadatan hanya terjadi di pusat-pusat perbelanjaan seperti Pasar Legi, kawasan bisnis Coyudan, serta kawasan pasar tekstil di Jalan Mayor Sunaryo dan Pasar Klewer.

“Perkiraan kami puncak arus mudik sudah lewat. Apalagi menurut pengalaman yang sudah-sudah kendaraan yang masuk pada H-1 dan hari H sangat sedikit,” kata dia.

Kepadatan lalu lintas juga terpantau di titik-titik di sekitar perlintasan kereta api. Menurut Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) Bidang Lalu Lintas Dishub Solo, Mudo Laskito, kepadatan di sekitar perlintasan kereta lebih disebabkan oleh meningkatnya frekuensi kereta api yang lewat.

“Jadi bukan karena kendaraannya yang meningkat,” kata Mudo.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge