0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ini Penyebab Remaja Buta Pemilu Menurut Duta Anti Hoax

Pelajar mengikuti sosialisasi pemilu bagi pemilih pemula di Gedung Dewan (ist)

Karanganyar — Tak sedikit pemilih pemula asal-asalan nyoblos pada pemungutan suara. Padahal jika mereka memahami esensi pesta demokrasi lima tahunan, pasti bakal menggunakan hak pilihnya secara bijak. Duta antihoax Kabupaten Karanganyar, Marfuah Dwi Nuryanti melihat fenomena asal-asalan nyoblos karena pendidikan politik bagi pemilih pemula sangat kurang.

“Tentu saja ini bisa disebabkan oleh banyak hal. Umumnya mereka sebatas tahu jadwal nyoblos dan di mana bisa melakukannya. Tapi secara detail bagaimana tahapan dan teknis pemilihan umum, mereka masih banyak yang belum tahu. Termasuk visi misi calon yang akan dipilihnya,” kata Marfuah yang juga pentolan Pejuang Social Community ini saat berbincang dengan Timlo.net, Rabu (13/6)

Ia sangat mengapresiasi KPU yang telah berusaha memasok pengetahuan umum pemilu ke para pelajar melalui sosialisasinya.

“Dari sosialisasi ini mereka jadi tahu apa dan bagaimana proses pemilu itu. Saya kira peran pemilih pemula untuk sosialisasi ini sangat efektif mengingat mereka sangat komunikatif dari sisi pergaulan dan bahasa yang mungkin lebih mudah diterima,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Kesbangpol Karanganyar Agus Cipto Waluyo dalam paparannya menyampaikan, dalam pesta demokrasi, Karanganyar menjadi daerah istimewa. Pasalnya selain memilih Bupati dan Wakil Bupati, tahun ini juga memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah. Ia mengingatkan pentingnya peran pemuda dalam pemilu. Generasi muda utamanya pelajar, juga memiliki andil besar dalam menentukan masa depan bangsa ini, salah satunya memilih pemimpin.

”Di era demokrasi silahkan gunakan hak pilihnya sesuai hati nurani. Yang muda ini harus menjadi pelopor salah satunya menggunakan hak pilihnya dalam pemilu,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge