0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kisruh Operasi Pasar Daging Ayam, Ini Tanggapan Satgas Pangan

Kisruh operasi pasar yang dilakukan oleh pedagang Pasar Jongke  (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Peristiwa kisruh yang terjadi saat dilakukan operasi pasar penjualan daging ayam di Pasar Jongke pada Selasa (12/6) kemarin mendapat perhatian khusus dari Satgas Pangan Polresta Solo. Meski dinilai menjadi solusi untuk menekan kenaikan harga gading ayam, namun justru mendapat penolakan dari para pedagang.

“Terkait kasus kemarin di Pasar Jongke tersebut, kami lakukan pendekatan dengan berbagai pihak. Baik instansi pemerintah, maupun para pedagang,” terang Ketua Tim Satgas Pangan Polresta Solo AKBP Andy Rifai kepada Timlo.net, Rabu (13/6) siang.

Saat ini, pihaknya masih menelusuri penyebab kenaikan harga daging ayam di pasaran. Sehingga, membuat konsumen menjerit lantaran harga per kilogram daging ayam mencapai Rp 40.000 hingga Rp 45.000.

Selain itu, pihak Polresta Solo juga melakukan pemantauan terkait digelarnya operasi pasar daging ayam yang bakal digelar mendatang.

“Terus kami pantau, agar peristawa di Pasar Jongke tersebut tak terulang kembali,” kata Andy yang juga menjabat sebagai Wakapolresta Solo itu.

Sebelumnya, operasi pasar yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Solo di Pasar Jongke, Pajang, Laweyan ditolak oleh pedagang. Mereka beralasan, mematikan harga pedagang lantaran daging ayam yang dijual jauh di bawah harga pasar yang beredar.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge