0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

47 Warga Jadi Korban Obat Tetes Mata “Miracle Betel”

Obat tetes mata merk "Miracle Betel" yang mengakibatkan keracunan (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Puluhan warga di Kecamatan Kalijambe dan Sumberlawang, Sragen menjadi korban beredarnya obat tetes mata merk “Miracle Betel”. Gara-gara memakai obat mata tersebut setidaknya ada 47 korban dari dua kecamatan tersebut mengalami bengkak, gatal dan panas pada kedua mata.

“Cek apakah obat tetes mata tersebut memiliki standart keamanan dan kesehatan serta ijin edar. Bila prosedur tersebut belum ada, maka perbuatan tersebut pastinya melanggar aturan, perbuatan memproduksi  dan mengedarkan,” terang Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman, Selasa (12/6).

Kapolres telah memerintahkan Kapolsek jajaran agar menerima dan mendata kalau ada peredaran obat tetes mata merk “Miracle Betel”, agar korban serupa tak lagi jatuh di Sragen. Pihaknya juga menghimbau para Kapolsek agar mengusut tuntas kasus ini melalui Satuan Narkoba.

Beredarnya obat tetes mata yang memakan korban hingga puluhan orang tersebut, diketahui setelah adanya laporan dari warga Dukuh Wonosari, Desa Sambirembe, Kecamatan Kalijambe pada Minggu (10/6) lalu.

Awalnya di dukuh tersebut berlangsung pertemuan RT yang dihadiri 22 warga. Dalam pertemuan tersebut diisi promosi pengobatan dengan cara meneteskan obat mata bermerk “Miracle Betel”, oleh pasangan suami istri bernama Sukijan Jhony dan Rusinah, warga Gedongan, Kecamatan Plupuh, Sragen.

Pasutri itu juga mengiming-imingi kalau obat tetes mata tersebut akan dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit di antaranya jatung, paru-paru, pegal, stroke, migran dan masih banyak lagi.

Namun setelah berselang lima hari, ke-22 warga yang ditetesi ini mengalami gangguan pada kedua matanya. Selain ada 17 orang korban lainnya, juga terdapat lima orang korban yang mengalami iritasi hingga berakibat bengkak pada kedua mata, merah, panas dan gatal.

Kejadian ini kemudian mereka laporkan ke Polsek Kalijambe dan Polsek Sumberlawang untuk ditindaklanjuti.

Menurut Kapolres, pelaku bisa dikenakan hukuman pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 196 dan 197 Undang-undang No 36 tahun  2009 tentang Kesehatan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge