0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Menristekdikti Resmikan Gedung Baru Aknema-PDD UNS

Menristekdikti M Nasir menandatangani prasasti disaksikan Rektor UNS Ravik Karsidi (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir meresmikan gedung baru Akademi Komunitas Negeri (Aknema)-Program Diploma Dua (PDD) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, di Caruban, Madiun, Jawa Timur. Ke depan, lulusan Aknema-PDD UNS diharapkan menjadi penggerak perekonomian Kabupaten Madiun dan sekitarnya.

“UNS merupakan institusi pembina yang sudah menjalankan tugas sejak 2013. Hingga 2018 ini, UNS sudah menjalankan pendampingan selama lima tahun,” jelas Rektor UNS Ravik Karsidi kepada Wartawan, di Rektorat UNS, Solo, Sabtu (9/6).

Hasil evaluasi, kata Ravik, Aknema menunjukkan perkembangan yang baik. Indeks mahasiswa baik. Dalam proses penerimaan, mahasiswa diseleksi sesuai ketentuan, proses pembelajaran dilakukan dengan subsidi dari tiga prodi di UNS, wisuda dilakukan di UNS, serta ijazah diploma tertulis dengan nama UNS.

“UNS menyimpulkan telah terjadi kemajuan sangat signifikan dan merekomendasikan telah cukup baik untuk selanjutnya mengelola sendiri sebagai satu institusi di bawah Kementerian Ristekdikti. Meskipun demikian, kerja sama antara Kementerian Ristek Dikti, UNS, Pemkab Madiun tidak akan berhenti sampai di sini,” ujar Ravik.

Ravik menjelaskan, berdirinya Aknema diawali dengan surat kesanggupan penyerahan aset seluas 3,5 hektar yg berlokasi di Jalan Imam Bonjol, Caruban. Komitmen Pemkab Madiun untuk mewujudkan akademi ini sejak awal sangat tinggi. Pemkab Madiun berkomitmen membiayai pembangunan gedung dan menyerahkan dokumen-dokumen pendirian akademi. UNS membantu studi kelayakan pembangunan, statuta, rencana strategis, rancangan akademik, serta sistem penjaminan mutu internal.

“Komitmen Pemkab Madiun luar biasa. Pemkab Madiun meminjamkan seluruh sarana prasarana dan perkantoran. Secara bertahap, melalui APBD memberikan sharing anggaran hibah tahun ini Rp 2 miliar,” ujar Rektor UNS.

Sementara itu, Menteri Nasir mengatakan, pendirian kademi komunitas ini sejalan dengan arahan dari Presiden Joko Widodo yang mendukung pendidikan vokasi sebagai cara untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang terampil. Tahun 2016-2045, Indonesia menghadapi bonus demografi dimana jumlah angkatan kerja mencapai 57,5 persen.

“Apabila tidak diberdayakan dengan baik (SDM), bisa menjadi malapetaka,” ujar Nasir.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge