0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Film Lima Bahas Penggunaan Pancasila Pada Zaman Now

"Meet & Greet" para pemeran film "LIma" di The Park. (dok: timlo.net/Ranu.)

Solo Baru—Pancasila bukan sekedar semboyan atau dasar negara. Tapi Pancasila bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai solusi dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk ini. Itulah cerita yang ingin diangkat oleh film Indonesia, “Lima”. Film itu mencoba memperlihatkan penerapan Pancasila pada zaman now. Film tersebut mulai tayang serentak di Indonesia pada 31 Mei 2018. Film ini sengaja dirilis menjelang 1 Juni yang diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.

“Film ini mengisahkan keluarga yang mengalami konflik dan menjadikan sila-sila Pancasila sebagai solusinya,” ujar Julian Foe, produser eksekutif film “Lima” dalam acara “Meet & Greet dan Nobar bersama Cast Film Lima” yang digelar di FoodPark, The Park, Selasa, (5/6) sore.

Julian menjelaskan jika film tersebut melibatkan lima sutradara dan lima bintang utama. Kelima sutradara itu adalah Lola Amaria, Shalahuddin Siregar, Tika Pramesti, Harvan Agustriansyah, dan Adriyanti Dewanto. Kelima tokoh utama dalam film itu adalah Fara, Aryo, Adi dan ibu mereka, Maryam juga Ijah, sang asisten rumah tangga. Masing-masing sutradara mewakili satu sila dalam Pancasila. Demikian pula masing-masing karakter utama mewakili satu sila.

Di Solo sendiri acara penayangan dan “Meet & Greet” film “Lima” terselenggara berkat kerja sama berbagai komunitas di Solo dengan studio film. Komunitas itu di antaranya adalah Ormas Bhineka, Solo Bersimfoni, Solo Mengajar, PMII, dan PMI. Hal ini diungkap oleh perwakilan berbagai komunitas itu, Sumartono Hadinoto. “Pancasila diperjuangkan dengan tidak mudah, dengan darah dan air mata tentunya. Sehingga Pancasila dengan Kebhinekaan ini seharusnya bukan hanya semboyan dan simbol. Tapi kita sebagai generasi penerus tidak hanya menikmati kemerdekaan, tapi kemerdekaan dan kebhinekaan,” ujar Sumartono dalam acara.

Ada dua pemeran film “Lima” yang ikut serta dalam acara “Meet & Greet ini”. Keduanya adalah Yoga Pratama, pemeran Aryo dan Baskara Mahendra, pemeran Adi. “Karakter Adi ini anak terakhir dari Ibu Maryam. Adi mewakili sila kedua. Dia merupakan orang yang tidak berani ngomong, yang diem. Tapi dalam film ada satu hal yang mengubah Adi menjadi orang yang lebih aktif untuk bertindak,” ujar Baskara menerangkan karakter yang dia perankan.

Sementara itu, dalam film ini, Yoga memerankan Aryo. Anak kedua ibu Maryam. “Ceritanya Aryo ini mewakili sila keempat. Sila keempat itu musyarawah. Mencari jalan keluar,” ujar Yoga. Dia menjelaskan jika keluarga ibu Maryam mengalami masalah berhubungan dengan warisan setelah Maryam berpulang. Sebagai anak lelaki tertua dalam keluarga, Aryo berusaha mencari solusi lewat musyarawah.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge