0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Penilap Uang Rp2,75 Miliar Bersikukuh Tidak Bersalah

Terdakwa (baju orange) saat mengikuti sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kota Solo (foto: Achmad Khalik)

Solo – Terdakwa kasus penilap uang senilai Rp2,75 miliar, Alex Abdurahman (51) bersikukuh di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Solo bahwa dirinya tidak bersalah. Ada sejumlah poin yang menurut terdakwa terdapat kejanggalan dalam kasus tersebut.

Akan tetapi, keberatan terdakwa tidak dibacakan langsung di hadapan majelis hakim. Terdakwa hanya memberikan salinan duplik kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Majelis Hakim yang diketuai oleh Ishariyadi setelah pada pekan kemarin Alex tidak dapat menghadiri persidangan dengan alasan sakit.

Dalam salinan yang diberikan itu terdapat beberapa poin, mulai dari terdakwa berkeyakinan bahwa dia tidak bersalah, pihak keluarga penggugat dalam hal ini Djitoe Group tidak mengalami kerugian, surat dakwaan JPU tidak memenuhi syarat materiil, kasus yang menjerat terdakwa itu bukanlah perkara pidana melainkan ranah perdata hingga penolakan terhadap kesaksian para saksi lantaran dianggap syarat akan kepentingan tertentu.

Usai mempelajari duplik dari terdakwa itu, Majelis Hakim memutuskan supaya sidang kembali digelar dengan agenda penjatuhan putusan kepada terdakwa pada Kamis (21/6) mendatang.

“Terdakwa diharap melengkapi kopian berkas dan sidang ditunda dengan agenda penjatuhan putusan tanggal 21 Juni mendatang,” kata Ketua Majelis Hakim, Sabtu (28/5).

Terkait duplik dari terdakwa, JPU Kejari Kota Solo, Didik Aryanto mengaku, jika hal tersebut sama dengan yang diutarakan oleh kuasa hukum terdakwa pada agenda sidang sebelumnya.

Menurutnya, terdakwa tidak memiliki alasan sama sekali untuk menyanggah semua kesalahan yang telah dia perbuat.

“Ini kan sama dengan minggu lalu. Tinggal dikopi saja. Lalu, buat apa lama-lama nunggu,” kata Didik.

Untuk diketahui, kasus ini bermula saat salah satu keluarga perusahaan rokok PT Djitoe Group, Michiko Soetantyo dan keluarga menginvestasikan uangnya Rp 19,5 miliar ke perusahaan investasi Berkah Bumi Citra (BBC) di Jakarta yang dikelola Viktor.

Seiring berjalannya waktu, investasi di perusahanan BBC macet. Sejak ada masalah tersebut, Michiko dan keluarganya meminta bantuan kepada Alex Abdul Rahman untuk mengurus sahamnya yang dinvestasikan di BBC.

Dalam mengurus berbagai permasalahan yang timbul, Michiko bersama keluarga harus mengeluarkan dana Rp 8,75 miliar agar semua permasalahan dapat diselesaikan oleh Alex.

Namun dalam mengurus pengembalian saham milik Michiko beserta keluarganya, alokasi dana yang dikeluarkan Alex berkisar Rp 4 miliar. Sisa dana yang masih Rp 4,75 miliar akhirnya terungkap setelah orang kepercayaan BBC, Laksa (42) menelusuri pemilik saham yang dibantu Alex untuk mengurusnya.

Begitu diketahui ada selisih sisa dana untuk mengurus penarikan saham, Alex akhirnya mengembalikan uang Rp 2 miliar kepada Michiko. Adapun selisih uang Rp 2,75 miliar yang masih ditangan Alex rupanya tidak dikembalikan kepada Michiko.

Lantaran masih ada uang yang digelapkan oleh Alex, Michiko akhirnya melaporkan kasus ini ke Polresta Solo. Saat ini, kasus tersebut masih bergulir di PN Kota Solo.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge