0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Alasan Psikologis Orang Unggah Foto Makanan di Instagram

Foto makanan di Instagram. (instagram.com)

Timlo.net—Salah satu konten foto yang kerap ditemukan di Instagram adalah foto makanan. Hashtag seperti #food, #instafood dan #yummy masuk ke dalam daftar 100 hashtag paling populer di Instagram. Dengan demikian makanan adalah subyek yang paling sering difoto dan diunggah di sosial media itu. Hal ini tanpa menghitung hashtag lain terkait makanan secara tidak langsung.

Foto-foto makanan populer di sosial media karena mudah dibuat dan relevan untuk semua orang, tulis Social Media Today. Foto makanan bisa menjadi cara cepat untuk menunjukkan orang lain kegiatan kita. Data dari agensi marketing digital 360i, 25 % foto makanan didasari oleh kebutuhan untuk mendokumentasikan kehidupan seseorang kepada masyarakat.

Sebanyak 22 persen lainnya didasarkan keinginan membagikan masakan sendiri yang dibanggakan. Selain itu foto makanan juga menjadi bagian dari presentasi visual pribadi. Foto makanan yang diambil dengan baik dianggap menunjukkan sisi seseorang dengan positif.

Selain itu, mengambil foto sebelum makan bisa dianggap sebagai ritual. Serupa dengan berdoa sebelum makan. Psychological Science melakukan serangkaian penelitian terkait hal ini. Hasilnya orang yang melakukan ritual sebelum makan, mengaku menikmati makanan lebih banyak. Berbeda jika mereka hanya langsung duduk dan makan. Semakin lama waktu antara ritual dan proses makan yang sesungguhnya bahkan lebih baik. Antisipasi kesenagan dikabarkan naik karena lama jeda itu.

New York Magazine mengutip Journal of Consumer Marketing jika memotret makanan bisa membuat makanan terasa lebih enak. Trik ini bisa dipakai untuk makanan sehat. Mengambil foto makanan sehat bisa membuat kita percaya jika makanan itu enak.

Para peneliti dari the University of Pennsylvania, University of Southern Carolina dan Yale University bekerja sama meneliti fenomena berfoto ria ini. Hasilnya mengambil foto selama pengalaman positif (misalnya makan makanan enak, wisata dan lain-lain) bisa membuat orang merasa lebih bahagia. Selama orang itu tidak sibuk berfoto dibandingkan menikmati pengalaman itu.

Tapi sisi negatifnya, hal ini bisa menjadi lingkaran setan. Pengguna Instagram yang sering memotret makanan bisa merasakan sesuatu hilang jika mereka tidak melakukannya. Selain itu, kegiatan ini juga bisa menandai adanya gangguan makan atau kebiasaan yang tidak sehat. Beberapa orang bahkan beranggapan hal ini akan membuat orang lebih gemuk. Terutama jika orang terobsesi memotret makanan dan menganggapnya sebagai magnet untuk like di Instagram.

Menurut Business2Community, 23 persen pengguna Instagram memotret makanan mereka untuk blog foto atau sebagai diari makanan. Biasanya makanan yang difoto bukanlah sup bayam atau salad brokoli. Tapi hotdog, donat, burger, steak dan taco.

Sementara pihak lain menekankan jika foto makanan justru menolong orang pulih dari gangguan makan, seperti anoreksia. Beberapa pasien anoreksia, umumnya gadis dan wanita muda sengaja membuat akun Instagram. Dan mereka kerap mengunggah foto makanan. Tujuannya adalah sebagai bagian dari pemulihan gangguan makan, tulis The Atlantic.

Foto-foto itu menjadi bagian diari detil untuk melacak kemajuan para pasien. Like yang diterima dari para pengguna Instagram lain dianggap sebagai sistem dukungan anonim. “Saat kita mengunggah foto-foto makanan online, kita menciptakan atmosfer keintiman. Makanan adalah bahasa universal dan membagikannya—walaupun hanya virtual, menolong kita menjalin ikatan dengan satu sama lain,” terang psikolog Nathalie Nahai.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge