0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Wakil Rektor UMS Raih Gelar Doktor

Sukoharjo – Wakil Rektor V Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Muhammad, Musiyam, berhasil meraih gelar Doktor Universitas Negeri Malang, Senin (28/5). Ia di bawah bimbingan Tim Promotor Prof Dr. Sugeng Utoyo, Dr. Singgih Susila dan Dr. Budi Handoyo.

“Saya mengetengahkan disertasi berjudul Geografi Pertanian: Transformasi Pertanian Pada Tiga Ekologi Pertanian di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah,” jelas Musiyam kepada Timlo.net, Senin (28/5).

Disertasinya, kata Musiyam, berangkat dari latar belakang antara lain, bagaimana variasi transformasi pertanian di lingkungan pertanian sawah dataran rendah, lingkungan pertanian campuran dataran peralihan, dan lingkungan pertanian tegalan dataran tinggi

Musiyam mengaku mengambil tiga lokasi tiga desa sebagai sampel, yakni Zona Pertama adalah Desa Kauman, Kecamatan Polanharjo yang memiliki karakteristik berupa sawah dengan pengairan sepanjang tahun. Komoditas pertanian utama adalah padi yang dibudidayakan secara sangat intensif, produksi dan produktivitas untuk tanaman Dataran aluvial kaki Gunung Merapi bagian bawah. Lahan pertanian hampir seluruhnya padi tinggi, pola tanam padi-padi-padi. Aksesibilitas dan infrastruktur bagus.

Zona Kedua adalah Desa Glagah, Kecamatan Jatinom, berupa dataran aluvial kaki Gunung Merapi bagian tengah. Sebagian besar sistem pertanian merupakan pertanian lahan kering dan sebagian kecil lainnya berupa pertanian sawah dengan irigasi teknis dan setengah teknis. Komoditas pertanian utama adalah palawija dan hortikultura, dan sebagian kecil padi.

Sedang Zona ketiga adalah Desa Tangkil, Kecamatan Kemalang Dataran kaki Gunung Merapi bagian atas. Sistem pertanian hampir seluruhnya merupakan pertanian lahan kering. Komoditas pertanian utama adalah tanaman perkebunan dan hortikultura. Aksesibilitas dan ketersediaan infrastruktur rendah.

Menurut Musiyam, dinamika pertanian di ketiga zona pertanian menunjukkan perbedaan yang jelas. Pertama, sistem pertanian di zona I lebih bersifat monokultur dan terspesialisai pada tanaman padi, sedangkan di zona II dan III bersifat multikultur dan terdiversifikasi pada berbagai jenis tanaman.

Kedua, penguasaan lahan pertanian di zona I dan II cenderung kearah konsolidasi, sedangkan di zona III cenderung kearah fragmentasi. Ketiga, proses de-agrarianisasi tenaga kerja pertanian di zone I berlangsung lebih cepat dibanding dengan di zone II dan III.

Lebih lanjut Ia mengemukakan dari hasil penelitiannya bahwa daya tarik pekerjaan pertanian sebagai sumber penghasilan di ketiga desa penelitian sangat rendah. Rendahnya minat kaum muda perdesaan terhadap pekerjaan petani berkaitan dengan persepsi negatif mereka terhadap pekerjaan pertanian dan rendahnya harapan orang tua terhadap anak untuk bekerja di pertanian.

Musiyam mengemukakan, sistem pertanian di lingkungan pertanian sawah dataran rendah bersifat monokultur, yakni padi, sedangkan sistem pertanian di kedua lingkungan pertanian lainnya bersifat multikultur. Tingkat komersialisai hasil pertanian dan penggunaan input pertanian di lingkungan pertanian sawah dataran rendah lebih tinggi dibanding dengan kedua lingkungan pertanian lainnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge