0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Tekan Jumlah Pengemis, Satpol PP Lakukan Pemetaan

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Solo, Agus Sis Wuryanto (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) adalah permasalahan yang selalu menjadi sorotan dalam perkembangan sebuah kota. Di Kota Bengawan, Pemkot Solo mulai memetakan lokasi yang biasa dijadikan tempat mangkal para pengemis. Secara khusus pemetaan ini dilakukan, pada saat bulan Ramadan, mengingat pada bulan suci ini, peningkatan jumlah pengemis musiman cukup signifikan.

“Kalau pemetaannya sudah dimulai sejak Ramadan tahun 2015. Dengan pemetaan ini, kita letakkn petugas, sehingga mereka tidak bisa beroperasi,” kata Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Solo, Agus Sis Wuryanto, Minggu (27/5).

Berdasarkan data yang dicatat Satpol PP, tercatat di tahun 2015 ada sekitar 600 PGOT terazia, untuk 2016 sekitar 400 PGOT, dan pada tahun 2017 berada pada angka 200 orang.

“Berdasarkan data tersebut, artinya penempatan petugas cukup efektif dalam menekan jumlah pengemis ini,” ujar dia.

Disinggung terkait pengemis yang terorganisir, Agus mengatakan, fenomena tersebut sudah jarang terjadi. Namun bukan berarti pihaknya tutup mata. Pihaknya mengerahkan seluruh Limnas Kelurahan untuk mengawasi kawasan mereka masing-masing.

“Kalau dulu kami temukan polanya, mereka didrop pukul 02.00-04.00 WIB di wilayah tertentu, namun sekarang sudah berkurang, karena ada pembentukan Forum Komunikasi Soloraya.” ucapnya

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge