0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Sri Mulyani Sampaikan Kuliah Umum di IAIN Surakarta

Sukoharjo – Kalau ingin pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh cepat, maka kita harus melihat dari sisi mesinnya, yakni sisi mesin permintaan dan mesin produksinya. Dari sisi permintaan seperti konsumsi, investasi, ekspor dan pemerintahan. Dari sisi pemeritahan adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Baik konsumsi, investasi, ekspor maupun pemerintahan adalah penting. Apalagi hari-hari seperti sekarang ini,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani di depan civitas akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Sabtu (26/5).

Oleh karena itu, menurut Sri Mulyani, Presiden Jokowi menginginkan reformasi agar investasi mudah. Investasi itu penting seperti yang dicontohkan olehnya saat meninjau Pasar Sukoharjo dimana mereka pedagang ingin berusaha dan tempat berusaha yang gampang.

“Termasuk ketika pedagang tentu ingin dana untuk berusaha tetapi terhambat oleh aturan yang ribet, dan sebagainya. Itulah kenapa reformasi investasi musti mudah,” tandasnya.

Kalau reformasi investasi mudah dianggap untuk mempermudah investor asing, menurut Sri Mulyani, adalah anggapan salah besar.

“Investasi mudah itu yang dimaksud adalah seperti halnya yang terjadi di Pasar Sukoharjo itu,” ujarnya.

Kalau pemerintah membuat kebijakan reformasi investasi, menurut Menteri Keuangan, tujuan adalah untuk rakyatnya sendiri bukan untuk Negara lain.

“Kita mesti tidak punya mental masih terjajah dan tertinggal walau kita sudah merdeka. Seperti 70 tahun lalu. Kita musti memiliki mental merdeka. Oleh karena itu, kita musti menggenjot sisi permintaan,” tandas Sri Mulyani.

Namun dari sisi produksinya, kata Sri Mulyani, seperti pertanian, perdagangan, konstruksi, industri, hotel, komunikasi, dan berbagai macam sektor lainnya, menjadi penting untuk diperbaiki.

“Itu yang disebut produktivitas kompetitif,” ujarnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge